Kupi Beungoh

Antara Ar-Rayah, Al-Liwa, dan Al-Bithaqah, Mana yang Jadi Dawaa'?

Di tahun politik, Pilpres dan Pileg tentu perlu "pengibaran" dan pasokan dawaa' (obat ampuh) untuk mendamaikan masalah yang besar

Antara Ar-Rayah, Al-Liwa, dan Al-Bithaqah, Mana yang Jadi Dawaa'?
Tgk Mustafa Husen Woyla 

Oleh Mustafa Husen Woyla*)

Memulai tulisan ini, ada baiknya kita tahu dulu istilah-istilah yang saya gunakan pada judul.

Ar-Rayah dan Al-Liwa adalah salah satu dari sekian banyak variasi bendera dan panji dalam Islam.

Cirinya adalah warna dasar putih dan hitam.

Panji penanda pasukan Nabi Muhammad SAW dinamai Rayat Al-Uqab atau Panji Elang dan warnanya polos.

Sementara Al-Bithaqah adalah istilah dalam sebuah hadis dikenal para ulama dengan hadis bithaqah.
Bithaqah artinya kartu.

Kemudian yang terakhir dawaa' artinya obat ampuh.

Karena dalam hadis ini bercerita tentang orang yang diselamatkan oleh Allah ketika proses hisab, disebabkan dia memiliki kartu kecil yang bertuliskan ‘Laa ilaaha illallaah, Muhammad Rasulullah…’

(Pembawa Bendera yang Dibakar Anggota Banser di Garut Jadi Tersangka)

(Ini Pernyataan Sikap MPU Aceh Besar Terkait Insiden Pembakaran Bendera di Garut)

Di tahun politik, Pilpres dan Pileg tentu perlu "pengibaran" dan pasokan dawaa' (obat ampuh) untuk mendamaikan masalah yang besar dengan hal yang kecil, namun tetap mengugah dan mengubah.

Hal ini perlu, walaupun bukan dalam keadaan perang.

Halaman
1234
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved