Citizen Reporter

Istimewanya Shalat Jenazah di Thailand Selatan

SAYA ditugaskan Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan, Bireuen, untuk berangkat ke Thailand

Istimewanya Shalat Jenazah di Thailand Selatan
RATNA WALIS

OLEH RATNA WALIS, Staf Kantor Urusan Internasional (KUI) Universitas Almuslim Peusangan, Bireuen, melaporkan dari Bangkok, Thailand

SAYA ditugaskan Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan, Bireuen, untuk berangkat ke Thailand, tepatnya ke Thailand Selatan, untuk evaluasi dan menjemput mahasiswa Umuslim yang melakukan Kuliah Kerja Mahasiswa-Program Praktik Lapangan (KKM-PPL) International di Thailand Selatan yang programnya dimulai sejak Mei hingga Oktober 2018.

Saya menempuh penerbangan dari Bandara Kuala Namu ke Kuala Lumpur. Di Kuala Lumpur kami berjumpa dengan perwakilan dari 12 perguruan tinggi lainnya se-Indonesia yang mengikuti program ini, setelah itu kami teruskan perjalanan ke Hat Yai, Thailand Selatan.

Saat pertama tiba di Hat Yai International Airport Thailand, tim dari Badan Alumni Thailand Selatan langsung menjemput para perwakilan kampus dari berbagai kota di Indonesia yang jumlahnya 28 orang, berasal dari 12 perguruan tinggi se-Indonesia.

Kesan pertama kali saat menginjakkan kaki di Thailand Selatan adalah daerahnya sangat tertib dan rapi, dengan lalu lintas yang tak pernah macet. Lingkungannya yang bersih dan tertata rapi, membuat pendatang seperti kami sangat betah berlama-lama di negeri yang dipimpin raja tersebut.

Dalam perjalanan dari Hat Yai International Airport menuju penginapan, kami menempuh jalan darat dengan waktu perjalanan lebih kurang satu jam. Setelah istirahat beberapa saat, barulah kami menyebar untuk berkunjung ke lokasi tempat tugas para mahasiswa.

Karena lokasi penempatan mahasiswa PPL-KKM dari Universitas Almuslim yang berjumlah lima orang tersebar di beberapa provinsi, sehingga saya harus menempuh perjalanan lagi ke lokasi penempatan mereka di beberapa provinsi di Thailand Selatan, misalnya, ke Provinsi Narathiwat, Yala, Pattani, dan Provinsi Songkla.

Karena jaraknya yang berjauhan antara satu tempat ke tempat lain, saya butuh waktu satu bahkan tiga jam perjalanan barulah sampai ke lokasi pengabdian mahasiswa. Menempuh perjalanan darat seperti ini tentu saja melelahkan. Tapi ya, ini tugas yang harus dijalani.

Pada saat perjalanan kami dalam satu rombongan dengan rekan dari perguruan tinggi lain yang berasal dari berbagai kota di Indonesia, kami banyak mendapat pengalaman yang belum pernah kami rasakan selama ini. Misalnya, kami sempat dua kali melihat keramaian orang-orang yang berjubah putih di masjid pinggir jalan. Mereka ramai sekali, seperti layaknya jamaah shalat Idulfitri atau Iduladha.

Saya dan beberapa orang dalam satu rombongan dari Indonesia sempat heran dan bingung, kenapa bisa ramai sekali orang yang shalat dengan pakaian serbaputih? Setelah dijelaskan pimpinan rombongan yang menjemput, kami pun paham. Ternyata, kumpulan orang seramai itu adalah orang yang sedang menunaikan shalat jenazah. Sungguh mulia, sungguh istimewa. Jarang kita temukan di Indonesia shalat jenazah yang diikuti orang seramai itu dan semua berpakaian putih. Sesekali mungkin ada jamaah seramai itu, tapi jika yang dishalatkan itu orang terpandang.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved