Lagi, Pertamina Sanksi SPBU

PT Pertamina (Persero) Marketing Branch Aceh, kembali menjatuhkan sanksi kepada SPBU

Lagi, Pertamina Sanksi SPBU
AWAN RAHARJO, Kacab Pemasaran Provinsi Aceh,PT Pertamina

BANDA ACEH - PT Pertamina (Persero) Marketing Branch Aceh, kembali menjatuhkan sanksi kepada SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) nakal di Aceh. Kali ini ada tiga SPBU yang diberi sanksi, setelah sebelumnya tujuh SPBU. Permasalahannya sama, karena tiga SPBU itu menyalurkan BBM bersubsidi kepada yang tidak berhak.

Ketiga SPBU yang dikenai sanksi berada di wilayah Pidie. Pertamina menghentikan pasokan biosolar bersubsidi selama sebulan dan diwajibkan membayar selisih harga BBM bersubsidi yang telah dijual kepada para pihak menggunakan jeriken dan drum. Selisih harga itu wajib disetorkan ke rekening PT Pertamina paling lambat 10 hari, sejak surat peringatan dan skorsing itu diterbitkan.

Penegasan itu disampaikan Kepala Cabang Pemasaran Provinsi Aceh, PT Pertamina (Persero), Awan Raharjo kepada Serambi, Minggu (28/10). Menurutnya, Pertamina tidak akan mentolerir terhadap SPBU-SPBU yang berlaku ‘curang’ dan tidak jujur serta melanggar ketentuan yang telah diatur.

“PT Pertamina saat ini hanya memberikan peringatan dan skorsing dengan menghentikan pasokan biosolar bersubsidi ke tiga SPBU itu selama sebulan. Lalu mereka wajib membayar selisih harga BBM subsidi yang dijual selama ini menggunakan jeriken dan drum ke rekening PT Pertamina. Tapi, kalau ke depan tetap dilanggar lagi, sanksi terberat akan dilakukan pemutusan hubungan usaha dengan SPBU-SPBU tersebut,” kata Awan.

Ia berharap, dengan pemberian surat peringatan dan skorsing yang baru dijatuhi pada ketiga SPBU di wilayah Pidie, ditambah 7 SPBU yang disanksi sebelumnya akan memberikan dampak lebih baik, mulai segi operasionalnya agar mematuhi ketentuan yang berlaku sampai memperbaiki kinerja SPBU itu.

Kepala Cabang Pemasaran Provinsi Aceh, PT Pertamina (Persero), Awan Raharjo juga mengatakan, di samping melakukan pelanggaran dengan menyalurkan BBM bersubsidi dengan cara yang tidak wajar, hasil temuan tim, dua dari tiga SPBU yang diganjar sanksi tersebut juga mematikan lampu utama di pulau pompa.

Lalu tidak memasang CCTV yang mengarah ke jalur pompa BBM solar/biosolar bersubsidi. “Bagi ketiga SPBU itu juga kami imbau untuk segera memasang CCTV yang mengarah ke jalur pompa BBM solar/biosolar bersubsidi paling lambat 10 hari sejak tanggal surat itu diterbitkan,” pungkas Awan.

Surat peringatan untuk tiga SPBU itu ikut ditembuskan ke GM Marketing Operation Region I, Retail Fuel Marketing Region Manager I, OH Terminal BBM yang menjadi masing-masing wilayah SPBU itu melakukan pelanggaran serta ke DPC Hiswana Migas Aceh.(mir)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved