Masjid Aceh di Lombok Target Siap 6 Bulan

Pembangunan Masjid An-Nur di Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat

Masjid Aceh di Lombok Target Siap 6 Bulan
BUPATI Lombok Utara, Najmul Akhyar menyambut kedatangan Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dan rombongan pada peletakan batu pertama pembangunan Masjid An-Nur di Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara, NTB, Sabtu (27/10). 

TANJUNG – Pembangunan Masjid An-Nur di Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan menggunakan donasi masyarakat dan Pemerintah Aceh ditargetkan rampung enam bulan, sehingga bisa digunakan oleh masyarakat setempat pada Ramadhan tahun depan.

Masjid An-Nur hancur total akibat gempa 7,0 SR yang mengguncang NTB pada 5 Agustus 2018. Pemerintah dan masyarakat Aceh menggalang aksi solidaritas peduli Lombok dan berhasil menghimpun dana sekitar Rp 1,2 miliar.

Donasi masyarakat dan Pemerintah Aceh untuk korban gempa Lombok disepakati untuk membangun kembali Masjid An-Nur di Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Lombok Utara yang merupakan salah satu kawasan paling hancur akibat gempa 5 Agustus 2018.

Setelah melalui serangkaian survei termasuk desain bangunan, akhirnya pada 27 Oktober 2018 Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah melakukan peletakan batu pertama menandai dimulainya pembangunan masjid dengan struktur bambu tersebut.

Plt Gubernur Aceh dalam pidatonya ketika peletakan batu pertama pembangunan Masjid An-Nur mengatakan, rumah ibadah yang merupakan amanah dari masyarakat Aceh tersebut dirancang aman gempa dan ramah lingkungan oleh oleh arsitek Dr Ing Andry Widyowijatnoko ST MT, dosen Institut Teknologi Bandung (ITB).

Di hadapan sang arsitek, Nova menjelaskan masjid ini menerapkan struktur bangunan bambu dengan prinsip resiprokal, yaitu elemen-elemen struktur yang saling menopang antara satu dengan lainnya. Elemen struktur dalam bangunan Masjid An-Nur adalah beberapa rangka bambu persegi panjang yang membentang sejauh 18 meter. Elemen ini kemudian disusun berlapis-lapis, sehingga membentuk ruang dengan menopang satu sama lain.

“Pak Andry (arsitek dari ITB) secara ikhlas membantu merancang bangunan masjid ini. Insya Allah bangunan dengan struktur bambu ini tahan gempa, indah, dan tentu saja dengan memperhatikan kearifan lokal,” kata Nova Iriansyah yang juga seorang arsitek.

Dikatakan Nova, meski dana yang berhasil dihimpun hanya sekitar Rp 1,2 miliar, tapi Pemerintah Aceh akan menuntaskan pembangunan masjid ini hingga bisa dimanfaatkan secara sempurna.

Andry Widyowijatnoko yang ditanyai Serambi mengatakan, pembangunan Masjid An-Nur diharapkan rampung selama enam bulan. “Sebagaimana harapan Pak Plt Gubernur Aceh, semoga pada bulan Ramadhan tahun depan sudah bisa difungsikan,” kata Andry.

Acara peletakan batu pertama pembangunan Masjid An-Nur di Lombok Utara dihadiri oleh Kalak BPBA HT Ahmad Dadek dan Kadis Sosial Aceh Alhudri selaku koordinator penggalangan aksi solidaritas Aceh Peduli Lombok. Ikut pula mendampingi Kadis Syariat Islam Aceh EMK Alidar, Kadis Perkim Teuku Mirzuan, Pimpinan Pesantren Babul Maghfirah Aceh Besar, Ustaz Masrul Aidi, Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (F-PRB) Aceh Nasir Nurdin, dan Ketua Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh Husaini Ismail.

Bupati Lombok Utara, Dr H Najmul Akhyar SH MH, menyampaikan terima kasih kepada masyarakat dan Pemerintah Aceh yang telah membantu membangun kembali Masjid An-Nur yang hancur total akibat gempa. “Saya minta pesetujuan masyarakat dan tokoh-tokoh ulama di sini untuk menabalkan nama masjid ini Masjid An-Nur Aceh,” kata Bupati Najmul Ahyar disambut tepuk tangan hadirin.

Di hadapan Plt Gubernur Aceh dan pejabat yang mewakili Gubernur NTB, Najmul Ahyar menyebutkan betapa bencana telah mempertautkan silaturahim antara masyarakat Aceh dan Lombok.

Menurutnya, gempa beruntun yang mengguncang NTB –puncaknya pada 5 Agustus 2018—telah menghancurkan infrastruktur dan fasilitas publik termasuk ratusan nyawa melayang di Lombok Utara yang merupakan kawasan paling parah menerima dampak bencana tersebut. “Khusus masjid, ada 300 lebih yang hancur total di Lombok Utara. Salah satunya Masjid An-Nur di Desa Gondang, Kecamatan Gangga,” lapor Bupati Najmul Ahyar yang mengaku hingga kini dirinya masih tinggal di kontainer. Rangkaian acara peletakan batu pertama pembangunan Masjid An-Nur juga diisi dengan tausiah oleh Ustaz Masrul Aidi Lc, Pimpinan Pesantren Babul Maghfirah, Aceh Besar. (nas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved