Opini

Berharap pada Pemuda

DITINJAU dari lintasan sejarah dunia, pemuda selalu memainkan peranan besar dan penting dalam berbagai usaha

Berharap pada Pemuda
SERAMBINEWS.COM/TAUFIK ZASS
Personil Polres Aceh Selatan, Bripda Hubul Wahan memanjat tiang bendera untuk memasang tali yang putus saat berlangsungnya upacara memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-90 Tahun 2018 di Kabupaten Aceh Selatan 

Oleh Rahmadon Tosari Fauzi

DITINJAU dari lintasan sejarah dunia, pemuda selalu memainkan peranan besar dan penting dalam berbagai usaha membangun peradaban dan civil society. Sebuah komunitas yang memiliki proporsi kaum muda yang mandiri akan menghasilkan masyarakat yang kuat, ini disebabkan energi pemuda yang sangat besar, sehingga mampu mendorong dan membangkitkan mobilitasnya. Di negara mana pun di belahan dunia ini, pemuda merupakan pilar dan basis pembangunan dalam mewujudkan kejayaan, berpartisipasi dalam proses perencanaan penting, serta sebagai garis pertahanan pertama dan yang terakhir.

Dari sudut pandang linguistik, pemuda diterjemahkan sebagai orang yang masih muda dan identik dengan modernitas. Pemuda dalam definisi internasional merupakan individu yang memiliki usia antara 14-24 tahun. Sedangkan secara konteks keindonesiaan, pemuda adalah warga negara yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16-30 tahun (UU No.40 Tahun 2009).

Laporan YSEALI, USA (Juni, 2015), 60% penduduk bumi adalah mereka yang berusia di bawah 35 tahun. Adapun menurut data statistik Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan (UNESCO) 2018, terdapat 18% pemuda atau sekitar 1,2 miliar anak muda dari keseluruhan manusia di dunia ini. Angka ini diperkirakan akan meningkat menjadi 72 juta jiwa pada 2025 mendatang. Perubahan demografi ini menunjukkan, jumlah generasi muda saat ini paling tinggi dalam sejarah. Meskipun demikian, proporsi ini terus menurun dengan peningkatan jumlah orang yang lebih tua di seluruh dunia.

Mencermati apa yang digambarkan di atas, sepatutnya kita menyadari bahwa surplus demografi tersebut menjadi saham yang sangat bernilai dan strategis. Lalu, bagaimana kita harus memberdayakannya?

Pemuda milenial
Saat ini terdapat sebuah difusi dan pergeseran yang luput dari awas kita, bahwa pemuda milenial hari ini diharapkan mampu memimpin berbagai area dan ragam lingkup demi kemajuan peradaban suatu bangsa. Namun kita malah mendapati kebanyakan dari mereka adalah pemuda tawon yang selalu bergantung pada induk semangnya. Padahal, level kekuasaan dan kekinian teknologi serta lanskap media dan informasi dewasa ini telah menembus batas geografi, bahasa, budaya dan politik.

Negara dan dunia hari ini, mengharap “kehadiran” serius para pemuda dengan kapasitasnya sebagai pengemban amanah masa depan dalam berbagai aspek kehidupan bangsa secara totalitas dan maksimal. Pada proses pemilihan umum baik itu pilpres, pilkada maupun pileg, partispasi suara pemuda amatlah penting, bagaimana mereka membentuk bagian besar dan terintegral dari keseluruhan suara. Pemuda memainkan peranan penting dalam politik dan proses politik, mereka memilih sistem pemerintahan, presiden dan setiap pejabat di daerah mana pun.

Berpartisipasi dalam isu opini publik dan advokasi, seperti hak-hak perempuan dan anak-anak, kelompok-kelompok marginal dalam memperoleh hak-hak mereka. Kesukarelaan mereka dalam berbagai komunitas, yang berkontribusi pada penambahan tenaga kerja dan meningkatkan produksi dan minat.

Kolaborasi dalam subjek tertentu yang diwujudkan secara bersama dengan spesialisasi tertentu pula. Mengadvokasi masyarakat dengan menjadi kontrol sosial terhadap pemerintah dan lembaga-lembaga, serta perusahaan tertentu untuk menyediakan proyek infrastruktur yang penting bagi kehidupan masyarakat.

Merencanakan konferensi ilmiah dan saintifik, lokakarya, dan diskusi yang akan memperluas pengetahuan dan menstimulasi pikiran untuk menerima produksi intelektual baru. Perencanaan dan pelestarian lingkungan lokal, sebagai ekosistem dan keberlangsungan makhluk hidup, mendesain area umum, sebagai objek rekreasi, sarana olahraga dan laboratorium pendidikan.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved