Tafakur

Silaturrahim Terbatas

Rahmat tidak akan turun kepada kaum yang padanya terdapat orang yang memutuskan tali silaturahmi

Silaturrahim Terbatas

Oleh: Jarjani Usman

“Rahmat tidak akan turun kepada kaum yang padanya terdapat orang yang memutuskan tali silaturahmi” (HR. Muslim).

Silaturrahim begitu indah dan menjanjikan peluang besar, bila dilaksanakan sebagaimana mestinya. Sebagaimana namanya, silaturrahim berasal dari kata “silah” yang berarti hubungan dan “ar-rahim” yang berarti kasih sayang. Jadi, silaturrahim bisa menjadi alat untuk saling kenal-mengenal, mempererat hubungan dan bantu-membantu antar sesama manusia dengan karena Allah. Dengan silaturrahim, umat menjadi kuat dan negeri pun berpeluang makmur. Namun sayangnya, peluang ini kerap gagal karena silaturrahim sering dilaksanakan terbatas.

Silaturrahim kerap dijadikan alat politik sesaat. Tatkala sedang membutuhkan dukungan untuk naik ke suatu posisi pada musim pemilihan umum, barulah silaturrahim dengan rakyat biasa sering dilakukan. Namun bila sudah tak butuh atau setelah menang, silaturrahim hanya sering digelar dengan kalangan terbatas, misalnya, dengan sesama orang yang menduduki posisi tinggi.

Padahal silaturrahim bukan untuk keperluan terbatas. Silaturrahmi adalah metode untuk membina ukhuwah dengan sesama tanpa batas-batas waktu, kekayaan, ilmu, dan kedudukan. Baik di waktu sempit maupun di waktu lapang, silaturrahim harus tetap dilakukan dan dijaga. Bila selama ini sudah terputus, maka wajib disambung kembali. Silaturrahim bersifat menyatukan, baik dengan orang berkedudukan tinggi maupun dengan rakyat biasa.

Lagipula Allah menghargai tinggi orang-orang yang menjalin silaturrahim karena Allah. Pahala berlimpah disedikan bagi orang-orang yang mau melakukannya.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved