BI- Pemko Banda Aceh Kerja Sama Pengembangan Ekonomi

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Aceh dan Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh menandatangani nota

BI- Pemko Banda Aceh Kerja Sama Pengembangan Ekonomi
ZAINAL ARIFIN LUBIS, Kepala Kantor Perwakilan BI Aceh

BANDA ACEH - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Aceh dan Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh menandatangani nota kesepahaman kerja sama tentang pengembangan ekonomi, dan peningkatan daya saing daerah, di Kantor Camat Uleekareng, Banda Aceh, Selasa (30/10). Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Kepala BI Aceh, Zainal Arifin Lubis dan Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman.

Secara umum nota kesepahaman tersebut mencakup pengendalian inflasi, implementasi, dan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah antaranya program kemandirian ekonomi pesantren, pemberdayaan UMKM, serta pengembangan sektor ekonomi unggulan daerah, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis gampong berupa program urban farming.

Zainal Arifin Lubis menjelaskan urban farming merupakan metode pertanian dengan memanfaatkan lahan kosong di pekarangan rumah atau area terbuka lain. Urban farming menjadi salah satu solusi yang cukup efektif yang banyak diterapkan oleh negara-negara maju untuk mengatasi kurangnya lahan pertanian.

“Di Singapura misalnya sudah mengembangkan vertical farming. Gedung-gedung tinggi sudah dimanfaatkan sebagai media tanam dengan menggunakan teknologi terkini,” ujarnya. Ia menambahkan dalam rangka mendukung program pengendalian inflasi dan pemberdayaan masyarakat, khususnya para ibu rumah tangga, maka BI Aceh bekerja sama Dinas Pangan Pertanian Kelautan dan Perikanan Banda Aceh, dan komunitas mahasiswa penerima beasiswa BI melaksanakan program urban farming dengan memberikan 30.000 bibit cabai kepada masyarakat yang tersebar di 90 gampong di Banda Aceh.

“Cabai merupakan salah satu komoditas penyumbang inflasi yang sangat persisten di Aceh. Harga cabai merah dan cabai rawit sangat tinggi pada musim penghujan dengan tren yang terus meningkat setiap tahunnya,” sebut Zainal Arifin Lubis. Selain bibit cabai, pihaknya juga memberikan saprotan berupa handsprayer, insektisida, pupuk dan buku saku sebagai pedoman bagi masyarakat dalam melakukan budidaya cabai. (una)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved