Ini Kata Polisi terkait Ortu Santri Laporkan Oknum Guru Pesantren Misbahul Ulum Paloh

“Kita akan segera memanggil saksi-saksi untuk menindaklanjuti laporan ini,” kata Kapolres.

Ini Kata Polisi terkait Ortu Santri Laporkan Oknum Guru Pesantren Misbahul Ulum Paloh
ARI LASTA IRAWAN, Kapolres Lhokseumawe

Laporan Saiful Bahri I Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan, melalui Kasat Reskrim Iptu Riski Adrian, mengakui pihaknya sudah menerima laporan dari Hasbi.

Laporan itu terkait anaknya yang diduga mengalami tindak kekerasan di Pasantren Misbahul Ulum Paloh Lhokseumawe, dengan terlapor seorang oknum guru.

“Kita akan segera memanggil saksi-saksi untuk menindaklanjuti laporan ini,” kata Kapolres.

Sebelumnya, Hasbi, orang tua (ortu) santri dari Muhammad Faris (13) mempolisikan seorang oknum guru di Pasantren Misbahul Ulum Paloh, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe.

Alasan Hasbi karena diduga oknum guru berinisial Ib telah melakukan kekerasan pada anaknya sebanyak tiga kali sepanjang Oktober 2018, hingga anaknya mengalami beberapa titik lebam di bagian tangan kiri dan kanan.

Terakhir insiden dugaan kekerasan terjadi pada Senin (29/10/2018) sekitar pukul 10.00 WIB, hingga anaknya mengalami lebam sebanyak delapan titik di tangan kiri dan kanan.

Beberapa jam kemudian, Hasbi pun membuat laporan ke Polres Lhokseumawe, dengan nomor laporan LP/494/X/2018/ACEH/RES LSMW.

Ortu Santri Polisikan Oknum Guru Misbahul Ulum, Ini Penyebabnya

Terkait Ortu Santri Polisikan Oknum Guru, Ini Penjelasan Pihak Pesantren

Sementara Wakil Direktur Bidang Pengasuhan Pasantren Misbahul Ulum Paloh Lhokseumawe Ustaz Ali Sadikin, mengakui hanya sekali mencubit santri tersebut pada 29 Oktober 2018.

Itu pun hanya dicubit dalam batas wajar untuk memberi peringatan pada santri tersebut agar mau belajar.(*)

Penulis: Saiful Bahri
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved