Perkara STIKes Seuramo Barat ke LL-Dikti

Pihak Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat, besok, Jumat (2/10), akan mengadu ke Lembaga Layanan Pendidikan

Perkara STIKes Seuramo Barat ke LL-Dikti
Ketua MPD Aceh Barat, Khairuddin berbincang dengan anggota DPRK di sela pertemuan membahas soal perguruan tinggi swasta yang tidak terakreditasi program studi sehingga ditolak melamar CPNS di Gedung Dewan, Rabu (31/10). 

* Terkait Ditolaknya Pelamar CPNS

MEULABOH - Pihak Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat, besok, Jumat (2/10), akan mengadu ke Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL-Dikti) Wilayah XIII Aceh. Pengaduan itu terkait ditolaknya pelamar CPNS Prodi Kebidanan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Medika Seuramo Barat, Meulaboh di Nagan Raya dan Singkil karena prodi itu di kampus tersebut dinilai belum terakreditasi.

Demikian kesepakatan pertemuan antara pimpinan DPRK Aceh Barat dengan pimpinan STIKes Medika Seuramo Barat di Gedung DPRK setempat, Rabu (31/10). Namun, kemarin dalam pertemuan itu, DPRK Aceh Barat, juga sekaligus memanggil tiga PTS lain yang membuka kuliah di Meulaboh, meski dari kampus baru itu belum bermasalah terkait penerimaan CPNS karena umumnya mereka itu belum melahirkan alumni.

Dalam pertemuan dipimpin Ketua DPRK Aceh Barat, Ramli SE, selain dihadiri anggota DPRK lainnya, juga hadir pejabat terkait di kabupaten itu, yakni Kadis Pendidikan, Bismi, Kadis Kesehatan, HT Ridwan, dan Kepala Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Dr Khairuddin. “Karena terjadi perbedaan pendapat. Maka persoalan ini perlu kita luruskan di LL-Dikti. Apa pihak kampus yang salah atau Pemkab (Nagan dan Singkil) yang salah menafsirkan aturan, sehingga tidak menerima alumni STIKes Medika Seuramo Barat,” kata Ramli SE. Seperti diketahui LL-Dikti Wilayah XIII Aceh dulunya bernama Kopertis Wilayah XIII Aceh.

Ketua Komisi D DPRK Aceh Barat, Banta Lidan, mengatakan terkait hal ratusan alumni STIKes Medika Seuramo Barat sangat dirugikan, bahkan bahkan beberapa waktu lalu alumni kampus tersebut berunjukrasa ke Gedung DPRK setempat. “Oleh karena itu, kami DPRK meminta penjelasan dari pimpinan STIKes. Kita meminta alumni tidak dirugikan,” kata Banta Lidan.

Pada kesempatan yang sama, Kadis Pendidikan Aceh Barat, Bismi dan Kadis Kesehatan, HT Ridwan, intinya mengatakan masing-masing dinas itu tidak memiliki data-data terkait keberadaan kampus swasta di Aceh Barat. Keberadaan kampus di luar kekewenangan dinas pendidikan dan dinas kesehatan. “Kami tidak ada data soal kampus,” kata Bismi.

Kemarin, selain membahas soal STIKes Medika Seuramo Barat, DPRK Aceh Barat juga membahas tiga PTS lain di Meulaboh, yakni Akbid PHMN, Akbid Meuligoe Nur Amin, dan STIKes Teuku Umar. Turut hadir pimpinan Akbid PHMN, Muammar dan M Iqbal, dari STIKes Teuku Umar, Hari Wiharja MS Mpd. Sedangkan dari Akbid Meuligoe Nur Amin tidak hadir.

Menurut Ketua Komisi D DPRK Aceh Barat, Banta Lidan, dari empat PTS yang mereka panggil itu, hanya Prodi DIII Kebidanan Akbid PHMN yang sudah memiliki sertifikat akreditasi bernilai C, sedangkan yang lain belum. “DPRK berharap ke depan jangan ada lagi persoalan kampus yang bermasalah soal akreditasi prodi atau akreditasi perguruan tinggi. Kita tidak mau anak-anak Aceh Barat menjadi korban,” harap Banta Lidan.

Pada kesempatan yang sama, Ketua STIKes Medika Seuramo Barat, Ira Sahwadi, menilai anehnya juga aturan yang menolak alumni kampus itu sebagai pelamar CPNS tahun ini. Pasalnya keberadaan kampus itu sudah sangat lama dan tidak ada persoalan terhadap ijazah. Buktinya sebelumnya diterima sebagai pelamar CPNS.

Sebelumnya, Senin (22/10), persoalan ini juga sudah pernah ditanggapi Sekretaris Yayasan Payung Negeri Aceh Darussalam yang membawahkan STIKes Medika Seuramoe Barat, Meulaboh, Mudhar. Kepada Serambi, ia juga memberikan klarifikasi atas ditolaknya berkas administrasi pelamar CPNS jurusan kebidanan dari kampus itu oleh Badan Kepegawaian dan Pembinaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Nagan karena belum ada sertifikat akreditasi dari BAN-PT.

Mudhar mengakui, sertifikat itu sedang diproses di Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes) yang mereka usul 7 Juli 2018. Namun, menurutnya, belum ada sertifikat itu bukan alasan bagi BKPSDM Nagan menolak berkas lamaran CPNS alumni Kebidanan STIKes Seuramoe Barat. Pasalnya, sesuai surat BAN-PT sehubungan dengan status akreditasi program studi dan/atau perguruan tinggi yang dibuka dan/atau berdiri sampai 19 Mei 2016 dan belum pernah terakreditasi, maka berdasarkan ketentuan Pasal 52 Permenristekdikti Nomor 32 Tahun 2016 tentang Akreditasi Program Studi dan Perguruan Tinggi, BAN-PT dapat menerbitkan keterangan yang menyatakan bahwa status akreditasi program studi dan/atau perguruan tinggi sebagaimana dimaksud tetap berlaku dengan ketentuan:

“A: Program studi/perguruan tinggi yang berdiri/dibuka sebelum 10 Agustus 2012, dinyatakan terakreditasi sampai 19 Mei 2018. Nah, izin pendirian STIKes Seuramoe Barat dari Kemendiknas, 22 Mei 2008, sehingga berlaku aturan dari BAN-PT ini karena ijazah alumni STIKes Seuramoe Barat itu semuanya masih di bawah tanggal 19 Mei 2018 sesuai ketentuan dalam poin A itu,” jelas Mudhar kepada Serambi di Banda Aceh kemarin sambil memperlihatkan surat BAN-PT tersebut. Oleh karena itu, kata Mudhar, berdasarkan surat BAN-PT itu juga, berkas alumni kebidanan STIKes Seuramoe Barat itu tetap diterima sebagai pelamar CPNS di Simeulue tahun ini.

Untuk lebih jelas tentang hal ini, ia persilakan Serambi mengonfirmasi Kasubbag Kelembagaan LL-Dikti Wilayah XIII Aceh, M Nur. M Nur yang dikonfirmasi Serambi ketika itu, membenarkan semestinya berkas alumni Jurusan Kebidanan STIKes Seuramoe Barat, Meulaboh, tetap diterima BKPSDM Nagan. Hal ini sesuai tercantum dalam aturan surat BAN-PT poin A tersebut. Oleh karena itu, alumni kampus tersebut yang keberatan atas ditolaknya berkas administrasi lamaran CPNS mereka, dipersilakan menyurati LL-Dikti Wilayah XIII agar lembaga tersebut bisa membalasnya yang nanti ditembuskan ke BKPSDM Nagan. (riz/sal)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved