Dana Revolving Akan Dikembalikan

BPRS Baiturrahman selaku pengelola dana bergulir (revolving) milik 90 gampong yang ada di Banda Aceh

Dana Revolving Akan Dikembalikan
ZULFIKAR, Ketua Pansus Dana Revolving

* Dilakukan Secara Bertahap

BANDA ACEH - BPRS Baiturrahman selaku pengelola dana bergulir (revolving) milik 90 gampong yang ada di Banda Aceh menyatakan bersedia mengembalikan dana itu. Namun proses pengembalian diusulkan secara bertahap.

Hal itu disampaikan Ketua Pansus Dana Revolving DPRK Banda Aceh, Zulfikar kepada Serambi, Kamis (1/11). Sehari sebelumnya, Pansus Dana Revolving menggelar pertemuan dengan pihak Manajemen BPRS Baiturrahman.

Zulfikar menjelaskan, dalam pertemuan itu pihak BPRS menyampaikan bahwa dana milik gampong tersebut bersifat simpanan di BPRS. Sehingga jika pihak gampong ingin menarik, maka BPRS bersedia mencairkan. Namun BPRS meminta supaya dana dapat ditarik secara berhadap hingga 2024, karena jika ditarik sekaligus akan menganggu sistem bank tersebut.

“BPRS mengusulkan supaya pencairan secara bertahap sampai 2024, tapi kita tidak mengiyakan selama itu, karena masyarakat ingin mencairkan cepat. Makanya ini akan duduk lagi dan kita bicarakan supaya didapati kesepakatan bersama mengenai pencairan dana ini, kami ingin kedua pihak tidak ada yang dirugikan,” ujar Zulfikar.

Ditambahkan, dalam perjanjian antara gampong, Pemko Banda Aceh, dan BPRS dinyatakan bahwa gampong mendapat keuntungan sebanyak tiga persen dari pengelolaan dana tersebut. Saat ini setiap gampong sudah membukukan keuntungan secara bervariasi, mulai belasan hingga puluhan juta. Jumlah keuntungan itu disesuaikan dengan jumlah dana yang disimpan.

Terkait keuntungan yang didapatkan oleh gampong atas pengelolaan dana itu selama delapan tahun, 2010-2018, pihak DPRK akan melakukan pengecekan ulang. Dikatakan Zulfikar, mereka akan bertemu tim ahli hingga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memastikan keuntungan yang diterima oleh gampong sudah sesuai perjanjian.

Selain itu, lanjut Zulfikar, berdasarkan penjelasan BPRS, bahwa dana yang dihitung keuntungan sebanyak tiga persen adalah yang dipinjam dan berputar di masyarakat. Sedangkan sisanya yang mengendap di bank akan dihitung sebagai bagi hasil secara umum, sama dengan nasabah lainnya.

“Misalnya satu gampong ada dana yang disimpan Rp 200 juta, tapi dana yang dipinjam atau berputar di masyarakat hanya Rp 150 juta, maka yang dihitung keuntungan tiga persen yan yang Rp 150 juta,” jelas Zulfikar.

Ketua Pansus Dana Revolving DPRK Banda Aceh, Zulfikar mengatakan, saat ini dana revolving yang jumlahnya hampir Rp 20 miliar itu masih utuh dan aman di bank, sesuai dengan jumlah saat disimpan pada 2010 lalu.

Hanya saja, BPRS selaku pihak perbankan, saat sedang memutarkan terus uang tersebut di masyarakat. Sebagai upaya meningkatkan perekonomian masyarakat. Dikatakan, berdasarkan data dari pihak BPRS, dana revolving milik gampong itu sudah dimanfaatkan oleh sekitar 6 ribu nasabah lebih, yang terbagi dalam 1,7 ribuan kelompok usaha. Sehingga ia menyimpulkan, selama ini dana itu juga sudah memberi manfaat kepada masyarakat. (mun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved