2.000 Kendaraan Mutasi ke BL

Kebijakan Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah yang membebaskan biaya balik nama kenderaan bermotor (BBNKB)

2.000 Kendaraan Mutasi ke BL
Warga antre untuk pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) di Kantor Bersama Samsat Banda Aceh di Jalan Mr Tgk H Mohammad Hasan Lamcot, Banda Aceh 

* Dari 5 September hingga 31 Oktober

BANDA ACEH - Kebijakan Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah yang membebaskan biaya balik nama kenderaan bermotor (BBNKB) melalui pergub Nomor 90 tahun 2018 dari plat nonBL ke BL, sejak 5 September sampai akhir Oktober 2018, mendapat respon positif dari konsumen mobil bekas. Hal itu dibuktikan bertambahnya jumlah kenderaan bermotor yang mutasi ke BL.

“Pada posisi 19 Oktober, jumlah kendaraan yang mutasi ke BL sebanyak 1.468 unit. Pada posisi 1 Nopember 2018 kemarin, jumlah bertambah menjadi 2.028 kenderaan,” kata Kadis Badan Pengelolaan Keuangan Aceh (BPKA), Jamaluddin SE MSi melalui Kabid Pendapatan, Sofyan kepada Serambi, Jumat (2/11), di ruang kerjanya.

Peningkatan jumlah mutasi kenderaan ke BL, menurut Sofyan, dipengeruhi oleh daya beli mobil bekas pribadi dan niaga yang terjadi di kalangan masyarakat dan pedagang mobil bekas. Dia mengungkapkan, dari penjelasan pedagang mobil bekas dan petugas Kantor Samsat di Banda Aceh dan Kabupaten/Kota, dalam dua bulan terakhir ini daya beli mobil bekas nonBL mengalami kenaikan 30-50 persen, dari bulan-bulan sebelumnya.

Dia mengatakan, banyak warga di Aceh yang berpenghasilan menengah ke bawah membeli mobil di Pulau Jawa yang harganya lebih murah. Sofyan mencontohkan mobil HRV tahun 2017 harganya berkisar Rp 270 juta-Rp 290 juta/unit, sementara harga barunya di atas Rp 330 juta/unit-Rp 350 juta/unit di Aceh. Honda Jazz tahun 2017 Rp 245 juta-Rp 250 juta/unit, Brio tahun 2017 Rp 130-Rp 150 juta unit. Sedangkan harga barunya antara Rp 170 juta-Rp 204 juta/unit. Konsumen yang uangnya tidak cukup untuk membeli mobil baru, mengalihkan ke mobil bekas.

Sofyan mengatakan, program membebaskan BBNKB sebesar satu persen dari nilai jual kenderaan bermotor yang kita lakukan sejak 5 September sampai akhir Desember 2018 itu, ada kekurangannya dan juga ada kelebihannya.

Kekurangannya, lanjut Sofyan, pada tahun ini kita tidak menerima BBNKB sebesar 1 persen, tapi untuk tahun ini dan selanjutnya, kita terus akan menerima pajak tahunan kenderaan tersebut di Aceh.

Penerimaan Lebih Rp 3 Miliar
Kepala Bidang Pendapatan Badan Pengelolaan Keuangan Aceh (BPKA), Sofyan menambahkan, dari 2.028 unit kenderaan bermotor yang sudah dimutasi ke BL, penerimaan PKB nya mencapai Rp 3 miliar lebih. Tahun depan, katanya, pemerintah akan menerima PKB lebih besar lagi, karena jumlah kenderaan bermotor yang dimutasi ke BL bertambah.

Sementara ini, dari 21 kantor samsat yang terdapata di Aceh, paling banyak menerima mutasi Plat Non BL ke BL, Kantor Samsat Kota Banda Aceh mencapai 415 unit kenderaan, kedua Kabupaten Bireuen sebanyak 360 unit kenderaan, ketiga Aceh Besar sebanyak 195 unit kenderaan. Kecuali itu, Lhokseumawe juga banyak 160 unit kenderaan, Pidie 159 unit kenderaan dan Aceh Utara 94 unit.

Untuk daerah perbatasan, seperti Aceh Tamiang baru 31 unit, Langsa 52 unit, Gayo Lues 18 unit, Aceh Singkil 42 unit, Gayo Lues 18 unit dan paling sedikit Kantor Samsat Simelue 2 unit dan Sabang 4 unit.(her)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved