Dosen Gugat STIKes Rp 1,1 M

Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Muhammadiyah Lhokseumawe, dan ketua Tim Penyusun borang

Dosen Gugat STIKes Rp 1,1 M
SD Negeri 14 Banda Sakti Lhokseumawe menerima sumbangan dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Muhammadiyah Lhokseumawe 

LHOKSEUMAWE – Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Muhammadiyah Lhokseumawe, dan ketua Tim Penyusun borang akreditasi kampus itu, digugat oleh seorang dosen bernama Dr Fauzi Abubakar senilai Rp 1,1 miliar ke Pengadilan Negeri Lhokseumawe.

Fauzi yang juga tercatat sebagai dosen tetap di kampus tersebut juga menggugat pengurus Perkumpulan Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (Perkumpulam LAM-PT Kes). Berkas gugatan didaftarkan tiga pengacara Fauzi, Fakhrial Dani MH, Armia MH dan Nabhani Yustisia SH dari Kantor Law Firm “DN & Patners” Banda Aceh ke Pengadilan Negeri Lhokseumawe, Jumat (2/11).

Kasus ini berawal ketika nama dan karya Fauzi, dosen pada program studi Sarjana Ilmu Keperawatan STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe, dimasukkan pada prodi Diploma tiga keperawatan untuk penyusunan borang akreditasi. Sementara dia tak mengajar pada prodi itu.

“Klien kami mengetahui hal itu secara kebetulan pada April 2018. Ketika itu secara tidak sengaja hadir dan bertemu dengan tergugat III. Saat itu klien kami terkejut karena nama dan karya dimasukkan di prodi D-III keperawatan, padahal ia tidak mengajar di prodi itu,” lapor T Fakhrial Dani MH kepada Serambi, Sabtu (3/11).

Penggugat, kata Fakhrial Dani, sangat keberatan ketika itu. Namun, untuk menjaga nama institusi lebih memilih diam. Pada akhir pertemuan, penggugat menyampaikan keberatan kepada ketua Tim Penyusun borang akreditasi kampus (tergugat I), Ketua STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe (tergugat II), dan Perkumpulam LAM-PT Kes sebagai tergugat III.

Selain itu, Fauzi juga melakukan somasi (teguran) kepada para tergugat sebanyak dua kali. “Tapi para pergugat tidak punya itikad baik untuk menyelesaikannya,” ujar Fakhrial.

Disebutkan, Fauzi mengetahui kedudukannya sebagai dosen sudah disalahgunakan dengan memasukkan data dalam borang buku 3 Akreditasi prodi D-III Keperawatan tanpa seizin penggugat. “Perbuatan tergugat I, II dan III adalah perbuatan melawan hukum, karena bertentangan dengan Pasal 1 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional,” katanya.

“Akreditasi bukan semata-mata untuk kepentingan lulusan dalam pencarian dunia kerja, tapi tujuan akreditasi untuk melihat layak tidak suatu kampus melahirkan generasi bangsa yang mampu bersaing dalam dunia global,” tegas Fakhrial Dani.

Atas persoalan tersebut, lanjutnya, tergugat I dan II digugat Rp 100 juta secara tanggung renteng untuk membayar ganti rugi materil, dan Rp 1 miliar untuk membayar kerugian inmateril.

Ketua STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe, NS Mursal MKep kepada Serambi menyebutkan, pihaknya mengira Fauzi Abubakar memahami proses penyunan borang akreditasi, sehingga mereka tidak menjawab somasi yang dilayangkan. “Nama Fauzi Abubakar tidak digunakan dalam prodi D-III Keperawatan, tapi di institusi. Karena, ia memang dosen tetap di kampus ini,” jelasnya.

Dijelaskan, kategori penyusunan borang akreditasi ada tiga. 3a dengan nilai 75 persen pada prodi, yaitu D-III Keperawatan. Lalu 3b pada institusi dengan nilai 15 persen dan evaluasi diri dengan nilai 10 persen. “Nama Fauzi kita masukkan di institusi, bukan pada prodi D-III Keperawatan. Kalau bersedia mencabut nama Fauzi, tapi ada konsekwensinya, yakni dia bukan lagi dosen tetap,” katanya sambil menyebutkan kalau pihaknya sudah melaporkan hal itu kepada Badan Pembina Harian (BPH) Muhammadiyah Aceh.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved