Dosen UIN Sebut Standar Kelulusan SKD CPNS Keterlaluan, Netizen: Seharusnya Capres Juga Dites SKD

Kalaulah untuk menjadi calon presiden harus ikut tes seperti model CAT SKD CPNS dengan soal yang sama, maka Jokowi dan Prabowo, bisa tidak lulus.

Dosen UIN Sebut Standar Kelulusan SKD CPNS Keterlaluan, Netizen: Seharusnya Capres Juga Dites SKD
SERAMBINEWS.COM/ANSARI HASYIM
Peserta tes SKD CPNS di Banda Aceh. Budi Azhari (insert) 

Hingga pukul 17.35 WIB, postingan berita tersebut menjadi viral di dunia maya, dan sudah dibagikan 827 kali sesama pengguna media sosial facebook.

Baca: Ayah Penumpang Lion Air Asal Aceh: Apa Saja yang Ditemukan Tetap Saya Kuburkan di Kampung Halaman

Beberapa netizen menyatakan apresiasi kepada Budi Azhari atas analisis dan pendapatnya tentang betapa beratnya perjuangan para CPNS untuk bisa lulus passing grade dalam ujian Seleksi Kemampuan Dasar (SKD) yang diikuti ribuan pelamar CPNS di Aceh.

Seperti diketahui untuk dapat lulus Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) tersebut peserta harus memenuhi passing grade. Yakni untuk Tes Karakteristik Pribadi (TKP) 143, Tes Intelegensia Umum (TIU) 80 dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) 75. Jika salah satu tidak memenuhi, maka peserta dinyatakan gagal.

Baca: Ini Jadwal UAS di Subulussalam yang Dirangkai Penggalangan Dana untuk Sulteng

Sejumlah netizen melontarkan kritikan kepada pemerintah yang menerapkan standar kelulusan SKD yang keterlaluan.

"Wajar saja indonesia di sebut negeri 1000 dongeng...toh rakyat mau nyari kerja malah di persulit dengan tes yang tidak”...apakah kita semua bisa menjamin bahwa dengan tes CAT akan melahirkan lulusan terbaik???seharusnya dengan di buka lowongan pemerintah mempermudah rakyatnya untuk mendapatkan pekerjaan...ini malah sebaliknya...," tulis Januari Kukuh Sundana dikolom komentar facebook Serambinews.

Baca: Standar Kelulusan SKD CPNS Keterlaluan, Dosen UIN Ini Sebut Jokowi Ikut, Juga Bakal tak Lulus

Pengguna facebook lainya Sugiarto Jawsun menambahkan, "Memang aneh untuk jd PNS persyaratan dan soal tes nya keterlaluan sulit, seharusnya untuk capres, atau caleg diberikan soal yg seperti pasti mereka banyak yg tdk lulus...," tulisnya dikolom komentar.

Lain hanya dengan pengguna akun atas nama Antoni Fajar. Ia berkomentar lewat pesan facebook Serambinews, "Banyak yg gugur di TKP, soal kepribadian yg mungkin bila disuruh tes sama ahli psikologi pun belum tentu mampu melewati tes ini. Soal yg begitu panjang dan rumit dgn permasalahan bertingkat, apa yg diinginkan pembuat soal? apa ini menggambarkan Indonesia yg begitu rumit? tidak tahu yg mana salah dan benar. Entahlah," tulisnya.

Baca: Ini Detail Chopper Kawasaki W175 Milik Jokowi, Desain Modelnya Habiskan Waktu Dua Bulan

Sementara itu politikus Partai Aceh Iskandar Usman Alfarlaky ikut memberi apresiasi atas pendapat dan analisis Budi Azhari tentang betapa beratnya perjuangan para peserta CPNS agar lulus dari passing grade yang ditetapkan pemerintah.

"Bereh Rektor Van Dekmi Budi Azhari," ujarnya.(*)

Penulis: Ansari Hasyim
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved