Salam

Wahai Caleg, Tertiblah Pasang Spanduk

Ratusan spanduk dan baliho milik calon anggota legislatif (caleg) di berbagai penjuru Kota Banda Aceh ditertibkan

Wahai Caleg, Tertiblah Pasang Spanduk
PETUGAS menurunkan spanduk dan baliho yang lokasi pemasangannya melanggar aturan, Jumat (2/11) malam. 

Ratusan spanduk dan baliho milik calon anggota legislatif (caleg) di berbagai penjuru Kota Banda Aceh ditertibkan oleh tim terpadu sejak Jumat siang hingga Sabtu (3/11). Alat-alat peraga kampanye itu diturunkan dari tempatnya direntang atau didirikan tak lain karena dipasang di tempat terlarang atau melanggar peraturan.

Tim terpadu yang menertibkan spanduk dan baliho itu terdiri atas unsur Komisi Independen Pemilihan (KIP), Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banda Aceh. Tim yang bergerak sejak Jumat siang menyasar spanduk dan baliho yang dipasang di jalan protokol dan di kawasan yang bukan diperuntukkan bagi spanduk, poster, dan baliho caleg.

Di antara tempat-tempat yang dibersihkan dari alat peraga kampanye (APK) para caleg itu adalah pagar dan pekarangan masjid, meunasah, pagar sekolah, dan rumah sakit plus puskesmas. Juga spanduk dan baliho yang dipasang di pagar-pagar atau pekarangan kantor pemerintah dan BUMN.

Hal yang sama sebetulnya terjadi hampir di seluruh Aceh. Namun, di kabupaten/kota tertentu apa pelanggaran itu yang belum ditindak alias masih dalam fase pembiaran.

Nah, sekilas kita lihat persoalan ini merupakan hal yang sederhana, peristiwa yang biasa terjadi pada saat berlangsung pesta demokrasi. Tapi ketahuilah pelanggaran pemasangan APK ini bukanlah tindakan yang sederhana. Ia ikut merefleksikan bagaimana sebetulnya orang-orang terdidik yang berambisi menjadi wakil rakyat, ternyata merasa nyaman-nyaman saja melanggar ketentuan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum dan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 23 Tahun 2018 tentang Kampanye Pemilu.

Orang-orang seperti ini bersama tim suksesnya termasuk tipikal orang yang sulit bisa dipercaya dalam upaya penghormatan dan penegakan hukum di provinsi ini. Soalnya, kalau sekarang saja mereka merasa tak bersalah dan tak berdosa melakukan pelanggaran pemasangan APK, maka ke depan akan mudah bagi mereka melanggar tata aturan yang ada.

Kita hanya bisa imbau, wahai para caleg tertiblah memasang spanduk. Raihlah kemenangan secara ‘on the track’, dengan cara-cara terhormat, bukan dengan cara culas atau melanggar hukum.

Selain itu, ada baiknya Bawaslu bersama KIP melakukan terapi kejut (shock theraphy) terhadap mereka yang masih melanggar setelah langkah penertiban ini. Cari salah satu atau dua caleg yang paling banyak pelanggarannya untuk ditindak.

Bagaimanapun ‘shock theraphy’ perlu diterapkan untuk menimbulkan efek jera bagi mereka yang menganggap enteng pelanggaran hukum.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved