Salam

Ini Problem Warga Kota

Dalam dua pekan terakhir, warganet Banda Aceh menyorot tajam tentang pelayanan air bersih yang sering macet

Ini Problem Warga Kota
Direktur PDAM Tirta Daroy, HT Novizal Aiyub, menjelaskan sistem distribusi air pada Wali Kota Banda Aceh, H Aminullah Usman saat meninjau pusat distribusi air perusahaan daerah tersebut di Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, 

Dalam dua pekan terakhir, warganet Banda Aceh menyorot tajam tentang pelayanan air bersih yang sering macet berhari-hari. Jangankan untuk mandi, untuk berwudhuk saja harus beli air. Selain marah kepada manajemen PDAM Tirta Daroy, banyak juga netizen yang mempertanyakan kinerja Wali Kota Aminullah Usman yang dianggap kurang tegas membereskan PDAM, terutama untuk menjamin kelancaran distribusi air bersih ke pelanggan.

Seolah menjawab “serangan” warganet di media sosial, dalam rilis khusus yang disiarkan harian ini kemarin, Wali Kota Aminullah Usman dan wakilnya Zainal Arifin menyatakan, sejak memimpin Kota Banda Aceh pada 7 Juli 2017 silam, fokusnya adalah merealisasikan visi misi pemerintahannya, sebagaimana telah tertuang dalam RPJM Banda Aceh 2017-2022.

Pengalaman bertahun-tahun dan harus menjadi “pelajaran” bagi siapa saja yang memimpin ibukota provinsi ini, ada tiga hal yang sering bikin warga kota ribut. Pertama terkait layanan air bersih, kedua bila listrik sering padam, dan ketiga soal sampah. Publik akan sangat cepat marah, terutama di media sosial bila ketiga hal itu tidak terlayani secara baik.

Aminullah mengaku menyadari betul bahwa kebersihan dan keindahan kota sangat penting. Pengelolaan sampah secara modern dan ramah lingkungan pun menjadi prioritasnya. “Kita akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di TPA Gampong Jawa. Sudah ada investor yang tertarik untuk proyek ini. Sampah yang sudah menggunung akan kita ubah jadi listrik.”

Masalah sampah di Banda Aceh, bagi warga bukan soal tempat pembuangan akhir, tapi soal sampah yang sering menumpuk di tepi jalan dan menimbulkan bau busuk. Harapan warga pengangkutan sampah ke tempat pembuangan akhir harus selalu lancar.

Kemudian, soal distribusi air bersih yang seolah belum menemukan solusinya. Ketika sedang dalam sorotan ramai oleh publik, air biasanya lancar beberapa hari meskipun kurang bersih dan berbau. Ketika mendapat “hujatan” dari pelanggan, alasan PDAM biasanya lantaran banyak pipa yang bocor, ada gangguan galian proyek, dan lain-lain.

Sekadar mengingatkan kembali, bahwa masalah air bersih merupakan masalah yang vital bagi kehidupan warga kota ini, karena sumur-sumur di sebagian besar wilayah kota Banda Aceh ini airnya airnya asin, kuning, bahkan berlumpur. Makanya, kebutuhan air bersih untuk keperluan sehari-hari seperti minum, memasak, mandi, mencuci, kakus, dan sebagainya sangat tergantung pada distribusi PDAM Tirta Daroy. Karena itu, penyediaan air bersih atau kelancaran distribusi air bersih ke palanggan harus menjadi hal yang sangat prioritas untuk dibenahi oleh Wali Kota pada tahun kedua kepemimpinannya.

Ingat, keterbatasan penyediaan air bersih yang berkualitas dapat mempengaruhi kesehatan masyarakat. Menurut ahli, persyaratan teknis penyediaan air bersih yang baik, apabila memenuhi tiga syarat. Yaitu, ketersediaan air dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, kualitas air yang memenuhi standar, dan ketiga, kontinuitas dalam arti air selalu tersedia ketika diperlukan. Nah?!

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved