Mahasiswa IAIN Demo

Puluhan mahasiswa yang mengatasmamakan dirinya sebagai Solidaritas Mahasiswa Peduli IAIN Langsa melakukan

Mahasiswa IAIN Demo
MAHASISWA mengatasnamakan dirinya Solidaritas Mahasiswa Peduli IAIN Langsa menggelar aksi di halaman kampus IAIN setempat, Senin (5/11). Mereka menuntut ditundanya tahapan penjaringan bakal calon Rektor IAIN Langsa. 

* Tuntut Penjaringan Rektor Ditunda

LANGSA - Puluhan mahasiswa yang mengatasmamakan dirinya sebagai Solidaritas Mahasiswa Peduli IAIN Langsa melakukan demonstrasi di halaman kampus pada Senin (5/11) pagi. Mereka menuntut penjaringan calon rektor ditunda dengan dugaan adanya kejanggalan, tidak independen dan dipenuhi konpirasi untuk meloloskan calon.

Koordinator aksi, Muhammad Ali dalam orasinya menegaskan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa harus melakukan pemilihan bakal calon (balon) rektor periode 2019-2023 secara transparan dan terbuka. Saat ini, proses sudah memasuki penetapan calon yang sudah mendaftar ke panitia seleksi, bahkan sudah diumumkan tiga nama.

Mereka yang mendaftar yakni DR Basri Ibrahim, DR Zainuddin, DR Mohd Nasir, DR A Rani, DR Iskandar, dan DR Ismail Fahmi Arrauf Nasution. Namun yang terjaring setelah proses administrasi sebanyak tiga calon, sehingga menimbulkan tanda tanya besar di kalangan civitas akademik dan para mahasiswa.

Menurut M Ali, dalam pencalonan ini ditemukan adanya kejanggalan dalam proses seleksi berkas. “Kami menduga, ada permainan pihak panitia terhadap berkas para calon atas pengaturan pihak tertentu, sehingga ada kepentingan untuk memilih calon yang diinginkan menjadi rektor IAIN periode ke depan,” katanya.

Dalam tuntutannya, mahasiswa meminta panitia seleksi harus melakukan verifikasi ulang kelengkapan berkas persyaratan administrasi. Kemudian membatalkan pengumuman hasil seleksi administrasi dan menunda tahapan penjaringan bakal calon rektor.

Mereka yang berjumlah sekitar 20 mahasiswa meminta rektor mencabut SK pengangkatan panitia seleksi bakal calon rektor periode 2019-2023, karena dinilai tidak independen dan sarat konspirasi. Aksi mahasiswa ini disambut oleh Warek II Bidang Keuangan dan Administrasi IAIN Langsa, Iqbal Ibrahim MA di halaman kampus, Gampong Maurandeh, Kecamatan Langsa Lama.

Selanjutnya Iqbal Ibrahim, memfalisitasi para mahasiswa bertemu langsung dengan Ketua Pansel, Ibnu Sa’dan, dan Sekretaris Pansel, Hendrik, di salah satu ruangan lantai dua kampus IAIN Langsa.

Sebelumnya, satu bakal calon (balon) Rektor IAIN Langsa, Dr Ismail Fahmi Ar-Rauf meminta pemilihan rektor ditunda, dengan alasan ada kejanggalan selama proses seleksi berkas administrasi. Sebaliknya, panitia seleksi menegaskan proses sudah sesuai aturan, independen dan transparan.

Bakal calon itu, Dr Ismail Fahmi Ar-Rauf, Jumat (2/11) menyatakan ada dugaan permainan panitia dalam proses seleksi berkas para bakal calon. Wadek III Fakultas Ekonomi Bisnis Islam (FEBI) IAIN Langsa ini mencontohkan, panitia hanya memberikan berita acara serah terima berkas, sedangkan daftar kelengkapan berkas tidak diberikan.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved