Tafakkur

Menahan Amarah

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang

Menahan Amarah

Oleh Jarjani Usman

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya) di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya, serta memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan” (QS. Ali Imran: 133-134).

Seringkali menjelang pemilihan umum, warga negara terbelah. Sebahagian orang menjadi kelompok pendukung calon pemimpin Fulan, sedangkan yang lain pendukung calon pemimpin Fulen. Tak jarang terjadi saling mencaci, saling memarahi dan bahkan membenci dengan sesama. Bahkan seseorang sudah merasa menang dan puas hatinya bila sudah meluapkan kemarahan besarnya kepada orang-orang yang dianggap lawan.

Padahal orang-orang demikian sudah kehilangan kesadaran. Tak lagi mengenal mana lawan dan mana kawannya. Sebab, yang ikut dimarahi adalah kawan-kawan seiman dengannya. Jika setiap orang terpancing untuk meluapkan kemarahan, maka akan hancur kekuatan umat dan hancur negara ini.

Untungnya sebahagian hamba masih berusaha untuk bersabar demi menjaga ketakwaannya. Mereka berusaha menahan amarahnya, walaupun dimarahi. Dalam Alquran disebutkan, menahan amarah termasuk ciri orang yang bertakwa. Mereka sangat dicintai Allah. Bila sudah dicintai Allah, seseorang hamba akan merasa terbantu dalam menghadapi hidup ini, termasuk dalam menghadapi orang-orang berakhlak buruk. Makanya orang-orang bertakwa tak mudah terpancing untuk melakukan keburukan, karena merasakan adanya amatan Allah dalam setiap gerak-geriknya.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved