20 Pelaku Usaha akan Disertifikasi

Dinas Pangan Aceh bersama Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKP-Daerah) Aceh, akan terus melaksanakan

20 Pelaku Usaha akan Disertifikasi
ILYAS, Kadis Pangan Aceh

* Cegah Peredaran Buah Berpestisida

BANDA ACEH - Dinas Pangan Aceh bersama Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKP-Daerah) Aceh, akan terus melaksanakan program sertifikasi bebas pestisida dan bahan beracun lainnya dalam buah kepada para petani buah dan pedagang.

Kepala Dinas Pangan Aceh, Dr Ilyas MP mengatakan, tahun ini pihaknya menargetkan 20 pelaku usaha untuk dilakukan sertifikasi. 12 diantaranya sudah dilakukan pengujian laboratorium dan layak untuk menerima sertifikat Prima 3. Demikian disampaikan Ilyas kepada Serambi, seusai sidang Komisi Teknis (Komtek) di ruang sidang Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKP-D) Aceh, Selasa (6/11).

Dikatakan, sertifikasi bidang pangan terdiri dari tiga jenis, yaitu Prima 3, Prima 2 dan Prima 1. Sementara cara untuk mendapatkan sertifikasi prima 3, kata Ilyas, ada dua persyaratan yang harus dipenuhi, berupa persyaratan administrasi dan teknis.

“Untuk persyaratan administrasi ada empat, pertama identitas pemohon, kedua melampirkan peta lahan/lokasi, ketiga menerapkan sistem manajemen mutu untuk menjamin bahwa kegiatan bersertifikasi sesuai dengan persyaratan dan keempat memberikan informasi yang diperlukan untuk penilaian,” kata Ilyas didampingi seorang Kepala Bidang, Chairul dan Komisi Teknis Pengujian Sertifikasi.

Untuk persyaratan teknis, pertama memiliki fasilitas administrasi (ruang kerja memadai, sarana enimpanan dokumen, sarana komunikasi, kedua miliki kompetensi untuk pemenuhan persyaratan sistem jaminan mutu, ketiga telah menjalankan satu siklus produksi pangan sesuai persyaratan sistem jaminan mutu dan keamanan pangan, keempat miliki penanggungjawab teknis dan kelima memiliki penanggungjawab mutu.

Pelaku usaha yang telah melengkapai persyaratan administrasi dan tehnis itu, mengajukan permohonan ke Kantor Otoritas Kompeten Keamanan Pangan-Daerah (OKPP-D) Aceh, disebelah Kantor Dinas Pangan Aceh, Jalan T Nyak Arief, Kompleks Keistimewaan Aceh.

Setelah permohonan disampaikan ke kantor OKKP daerah, OKKP daerah melakukan pemeriksaan kelengkapan dokumen, selanjutnya menunjuk auditor, dan auditor menilai kecukupan dokumen pemohon. Selanjutnya masuk kepada penilian Onsite audit, pengambilan sampel produk. Hasil penilaian disampaikan kepada OKKP, yang selanjutnya dilakukan pembahasan hasil penilaian lapangan oleh tim Komisi Teknis.

Kepala Dinas Pangan Aceh, Dr Ilyas MP menambahkan, ada delapan pelaku usaha buah-buhan dan kilang padi yang memohon sertifikasi Prima 3. Mereka adalah M Jakfar, pelaku usaha buah Naga dari Abdya, Bukhari pelaku usaha Jeruk Melon (Aceh Tamiang), Nasib pelaku usaha Jeruk Siam Madu (Aceh Jaya), Abdul Munir pelaku usaha Jeruk Siam Madu (Aceh Jaya), Hakimin pelaku usaha komoditi Pepaya California (Subulussalam), Suwito pelaku usaha Jeruk Manis (Aceh Timur) dan Jupri pelaku usaha buah Melon (Aceh Utara).

Selain itu ada satu pelaku usaha kilang padi mengajukan produk beras yang dihasilkannya untuk bisa mendapat sertifikasi Prima 3.

Program pemberlakuan sertifikasi Prima 3, kata Ilyas, terus dijalankan, dengan cara melakukan sosialisasi ke daerah penghasil maupun pedagangnya dan publikasi hasil pengujiannya. “Ini sangat penting diketahui masyarakat, agar publik bisa memilih mana pangan yang aman dari residu pestisida dan mana yang belum aman,” ujarnya.(her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved