Banjir Landa Subulussalam
Akses jalan nasional penghubung Kota Subulussalam-Medan atau sebaliknya terganggu akibat banjir
* Badan Jalan Nasional Tertimpa Longsor
SUBULUSSALAM - Akses jalan nasional penghubung Kota Subulussalam-Medan atau sebaliknya terganggu akibat banjir, Selasa (6/11). Hujan deras yang melanda kawasan tersebut sempat menimbulkan longsor dan menimpa badan jalan, namun berhasil diatasi beberapa jam kemudian. Kepala PPK 13 Satker Pelaksana Jalan Nasional (PJN) wilayah II, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Akmizal, yang dikonfirmasi Serambi via telepon selulernya membenarkan adanya longsor di jalan nasional. Akmizal mengaku sudah menurunkan anggotanya guna mengecek dan mengatasi bencana tersebut.
Menurut Akmizal, longsor terjadi di wilayah Kedabuhen, Desa Jontor, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam. Namun longsor kali ini boleh dibilang skala keci, hanya material kayu yang menutup badan jalan dan cepat diatasi. “Ada memang satu titik, tapi skala kecil, material kayu, dan sekarang sudah diatasi,” ujar Akmizal.
Hal senada disampaikan Aipda Hasbullan, Komandan Pos Lantas Penanggalan, Kota Subulussalam, yang dikonfirmasi Serambi secara terpisah. Menurut Aipda Hasbullah, meskipun sempat menutupi badan jalan, kayu yang terbawa longsor berhasil dibersihkan. Arus lalu lintas Aceh-Medan maupun sebaliknya pun dapat dilalui. Kendati masih tergolong aman, Hasbullah mengimbau pengendara tetap waspada.
Sementara itu, selain longsor, hujan deras yang melanda Subulussalam hingga malam kemarin memicu banjir di sejumlah titik badan jalan nasional. Banjir terjadi di Desa Jambi Baru, Kecamatan Sultan Daulat, persis dekat Simpang SMA Negeri 1 setempat. Banjir luapan juga melanda badan jalan nasional di Desa Singgersing, Kecamatan Sultan Daulat. “Kendaraan masih bisa melintas, kecuali sepeda motor kecil atau matik, banyak yang mati mendadak,” kata Asia Bako, warga Sultan Daulat, kepada Serambi.
Meski masih dapat dilintasi, dikhawatirkan genangan banjir makin meninggi lantaran hujan masih melanda Kota Subulussalam dan sekitarnya. Bahkan selain di dua lokasi, ada dua titik jalan nasional lainnya yang rawan banjir yakni Dusun Rikit, Desa Namo Buaya, dan Desa Danau Tras. Jika banjir di sana melanda, arus lalu lintas biasanya terganggu, bahkan lumpuh.
Sekadar diketahui, selama dua bulan terakhir ini cuaca ekstrem berupa hujan deras dan terkadang disertai angin kerap melanda Kota Subulussalam, terutama sore dan malam hari. Kondisi ini membuat jalur Aceh-Medan via Kota Subulussalam rawan longsor. Terhadap hal ini, Akmizal beberapa hari lalu mengimbau warga yang melakukan perjalanan dari Aceh ke Medan Sumatera Utara atau sebaliknya untuk berhati-hati saat berada di lintasan Subulussalam.
Sebab, ada beberapa titik rawan tanah longsor di jalur tersebut. Dikatakan, ada belasan kilometer jalan sejak dari Desa Jontor dan Lae Ikan, Kecamatan Penanggalan, hingga ke Kabupaten Pakpak Bharat, rawan bencana longsor. Hal itu lantaran sepanjang jalan berada di lereng perbukitan dan tanahnya labil. Sementara di sisi sebelah kanan arah Medan terdapat jurang dengan kedalaman puluhan meter.
Untuk itu, para pengendara diingatkan agar berhati-hati karena jalur ini sangat rawan longsor, terutama di musim hujan.(lid)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/longsor_20181106_213106.jpg)