Wisatawan Malaysia Terbanyak ke Aceh

Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Aceh pada September 2018 masih didominasi

Wisatawan Malaysia Terbanyak ke Aceh
SERAMBINEWS.COM/NURUL HAYATI
Wisatawan dari Malaysia mengakhiri Islamic Cruise (pelayaran Islami) dengan berwisata belanja di Pasar Atjeh 

BANDA ACEH - Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Aceh pada September 2018 masih didominasi warga Malaysia sebanyak 2.684 orang. Angka itu mengalami peningkatan hingga 6,68 persen dari bulan sebelumnya.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Wahyudin dalam data Berita Resmi Statistik, Selasa (6/11). Ia menyebutkan empat besar wisman lainnya pada September 2018 berasal dari Tiongkok 64 orang, Thailand 34 orang, Australia 33 orang, dan Prancis 28 orang.

“Secara total dari Januari hingga September 2018, wisman yang masuk melalui pintu kedatangan di Aceh secara lima besar berasal dari Malaysia 21.043 orang, Tiongkok 706 orang, Amerika Serikat 458 orang, Inggris 383 orang dan Perancis 366 orang,” sebutnya.

Jika dilihat menurut wilayah, maka pada September 2018 jumlah wisman terbanyak berasal dari negara Asean sebanyak 2.770 orang meningkat sebesar 6,91 persen dibanding Agustus 2018. Disusul Eropa sebanyak 132 orang, namun angka ini mengalami penurunan sebesar 33,33 persen dibandingkan Agustus 2018. Selanjutnya dari wilayah Asia 105 orang.

Wahyudin menyebutkan, secara kumulatif (Januari-September 2018), total wisman yang masuk melalui pintu kedatangan di Aceh sebesar 25.962 orang mengalami peningkatan sebesar 12,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2017.

Dilihat dari sisi pertumbuhan ekonomi kumulatif triwulan III-2018 terhadap triwulan III-2017 (c to c), yaitu dengan adanya peningkatan jumlah wisatawan yang mengunjungi Aceh baik itu dari domestik maupun mancanegara menyebabkan lapangan usaha penyediaan akomodasi, dan makan minum juga ikut mengalami pertumbuhan yang tinggi.

Dikatakan, lapangan usaha industri pengolahan merupakan lapangan usaha yang memiliki pertumbuhan tertinggi sebesar 9,79 persen. Kemudian diikuti penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 9,03 persen, dan pengadaan air 8,93 persen.(una)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved