Balitbangkes Gelar Pameran Kesehatan

Balai Litbang Kesehatan (Balitbangkes) Banda Aceh mengadakan pameran edukasi kesehatan dihalaman

Balitbangkes Gelar Pameran Kesehatan
MURID SD mengikuti lomba balap jentik nyamuk dalam rangka Hari Kesehatan Nasional Ke-54 di Balai Litbang Kesehatan Banda Aceh, Rabu (7/11). 

BANDA ACEH - Balai Litbang Kesehatan (Balitbangkes) Banda Aceh mengadakan pameran edukasi kesehatan dihalaman Kantor Balitbangkes Banda Aceh, kemarin Rabu (7/11) hingga hari ini, Kamis (8/11). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-54 bertema “Aku Cinta Sehat, Ayo Hidup Sehat Mulai Dari Kita”.

Ketua Panitia, Raisuli Ramadhan SKM mengatakan pameran tersebut bertujuan untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat mengenai hasil-hasil penelitian oleh Balai Litbang Kesehatan Banda Aceh, edukasi kepada masyarakat tentang bahaya filariasis, sosialisasi e- AHsiP, pencegahan penyakit-penyakit menular, serta pengenalan alat-alat laboratorium yang ada di Balai Litbang Kesehatan Banda Aceh.

“Balai Litbang Kesehatan Banda Aceh dalam rangka memeriahkan Hari Kesehatan Nasional ke 54 bekerja sama dengan PMI Banda Aceh juga mengadakan Donor Darah di halaman kantor Balai Litbang Kesehatan Banda Aceh,” kata Raisuli Ramadhan sebagaimana dikutip dalam siaran pers dikirim kepada Serambi kemarin.

Sementara itu, Kepala Balai Litbang Kesehatan Banda Aceh, Dr Fahmi Ichwansyah, SKp MPH dalam sambutannya menyampaikan pameran edukasi kesehatan terbuka untuk umum dan masyarakat di sekitar kantor Balai Litbang Kesehatan Banda Aceh. Selain itu, juga dikhususkan kepada anak-anak sekolah mulai murid SD/sederajat hingga SMA/sederajat. Salah satu rangkaian kegiatan dalam pameran ini adalah pemeriksaan laboratorium gratis untuk 300 pengunjung (cek glukosa, kolesterol, asam urat, golongan darah, tekanan darah dan antropometri untuk melihat stanting/pendek).

“Diharapkan ke depan masyarakat dapat mengubah gaya hidup menjadi hidup sehat dimulai dari diri sendiri. Ini merupakan salah satu cara meningkatkan kesadaran masyarakat umum. Begitu juga kepada murid sebagai generasi penerus bisa mengenal bagaimana proses penelitian kesehatan itu dilakukan. Selain itu, masyarakat umum juga bisa paham tentang penelitian-penelitian yang menggunakan pemeriksaan laboratorium,” sebut Dr Fahmi. (sal/rel)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved