Pensiunan Pecahkan Kaca Kantor

Mahmud (55), seorang pensiunan karyawan PT Mapoly Raya pada Rabu (7/11), meluapkan emosi dengan memecahkan

Pensiunan Pecahkan Kaca Kantor
KACA pintu kantor PT Mapoly Raya pecah karena diamuk oleh seorang pensiunan karyawan perusahaan tersebut, Rabu (7/11). 

* Protes Pesangon belum Dibayar

MEULABOH - Mahmud (55), seorang pensiunan karyawan PT Mapoly Raya pada Rabu (7/11), meluapkan emosi dengan memecahkan kaca pintu kantor perusahaan perkebunan sawit tersebut. Disebut-sebut, kasus itu dipicu karena pihak perusahaan belum membayar uang pesangon sejumlah Rp 410 juta.

Informasi yang diperoleh Serambi, Rabu kemarin, kasus amukan mantan karyawan tersebut sempat heboh, apalagi yang dipecahkan adalah kaca kantor perusahaan perkebunan dengan alamat kantor di Desa Alue Kuyun, Kecamatan Woyla Timur, Aceh Barat. Selain kaca pintu, sejumlah kursi juga ikut dibanting sang pensiunan.

Lokasi kantor perusahaan perkebunan tersebut sekitar 1,5 jam perjalanan dari pusat kota di Meulaboh. Perusahaan ini memiliki lahan tanaman sawit pada sejumlah kecamatan di Aceh Barat, seperti di Panton Reu, Woyla Timur, Woyla, dan beberapa kecamatan lain.

Mahmud kepada Serambi, kemarin, menjelaskan, dirinya pensiun sebagai manajer kebun dari PT Mapoly Raya pada September lalu. Menurutnya, emosi dia memuncak karena sudah beberapa kali mempertanyakan kepada pihak perusahaan kapan pesangon dibayar sesuai aturan berlaku. “Sudah sekitar 3 kali, namun tidak ada jawaban pasti sehingga saya emosi karena pihak perusahaan terkesan mempermainkan saya,” katanya.

Disebutkan Mahmud, dana yang menjadi hak pesangonnya berjumlah Rp 410 juta itu bukan angka yang sedikit. Namun, hingga kini tidak juga dibayarkan oleh perusahaan yang menjadi kewajiban ketika karyawan pensiun. “Uang itu sangat saya butuhkan. Ini perusahaan seperti menghindari terhadap kewajiban mereka,” tukasnya.

Mahmud yang merupakan warga Meulaboh, Aceh Barat itu menegaskan, dia akan melaporkan hal ini ke pihak Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) karena perusahaan mengabaikan kewajiban mereka membayar hak-hak karyawan yang pensiun. “Itu hak saya. Saya meminta perusahaan segera membayar pesangon untuk saya,” tandasnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Aceh Barat, Dr Mulyagus MSi yang ditanyai Serambi, kemarin, mengaku, pihaknya sejauh ini belum menerima laporan dari mantan karyawan PT Mapoly Raya ke pihak dinas. “Tentu, bila ada laporan ke dinas akan dibantu penyelesaian soal pesangon sesuai aturan berlaku mengacu kepada Undang-undang Tenaga Kerja,” ucapnya.

Diterangkannya, terkait dana pesangon, penyelesaiannya dapat dilakukan dalam empat langkah yakni, pertama pihak bersangkutan menyurati perusahaan dan kalau tidak ditindaklanjuti, maka masuk ke proses kedua yaitu dinas akan duduk tiga pihak yakni perusahaan, bersangkutan, dan dinas. “Namun, bila juga tidak tuntas maka diselesaikan melalui mediator, serta terakhir melalui pengadilan. “Semua ini diatur dalam UU,” paparnya.

General Manajer PT Mapoly Raya, Budi Satria yang dikonfirmasi Serambi, kemarin, mengaku dia belum bisa memberikan keterangan banyak soal perusakan kaca pintu kantor oleh pensiunan perusahaan tersebut. Dia hanya menyatakan, bahwa mantan karyawan PT Mapoly Raya itu tidak sabar terkait pembayaran dana pesangon. “Yang bersangkutan, Pak Mahmud yang tidak sabar,” tukasnya.

Diakui Budi, dana pesangon yang akan dibayarkan kepada Mahmud yang baru pensiun sebagai karyawan, kini dalam proses di kantor Medan, Sumatera Utara (Sumut), dan akan dibayarkan pada 20 Nopember 2018 mendatang. Namun, GM PT Mapoly Raya ini tak lagi mau berkomentar ketika ditanyai lebih jauh apa sikap perusahaan terhadap adanya peristiwa pemecahan kaca pintu kantor oleh eks karyawan.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa SIK, melalui Kapolsek Woyla Timur, Iptu M Jamin saat ditanyai Serambi, sore kemarin, mengatakan, pihak perusahaan belum melapor kepada polisi. Tapi, jika nanti ada masuk laporan, polisi akan memastikan ke lokasi. “Kita akan cek ke perusahaan,” jelasnya.

Iptu M Jamin mengungkapkan, selama ini kawasan perusahaan itu dijaga oleh personel polisi untuk pengamanan, yakni dari Polres dan Pospol Panton Reu. “Terkait peristiwa ini, kami masih akan berkoordinasi, baik dengan perusahaan dan personel pengamanan di perusahaan itu,” tutupnya.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved