Opini

‘Redesign’ Pengelolaan Dana Otsus Aceh

TOTAL Dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh yang diterima Pemerintah Aceh sejak 2008 hingga 2018

‘Redesign’ Pengelolaan Dana Otsus Aceh
Kolase Serambinews
Ilustrasi dana otsus Aceh 

Oleh Muhammad Ikhsan

TOTAL Dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh yang diterima Pemerintah Aceh sejak 2008 hingga 2018 ini mencapai Rp 64,899 triliun. Rata-rata pertumbuhan Dana Otsus Aceh sebesar 8,59%, yang menunjukkan rata-rata pertumbuhannya sangat optimis jika dibandingkan dengan asumsi rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5%. Dari periode penerimaannya yang akan berakhir pada 2028, Pemerintah Aceh masih menerima Dana Otsus Aceh periode 2019-2023 sebesar 2% dari plafon Dana Alokasi Umum (DAU) Nasional dan periode 2024-2028 sebesar 1% dari plafon DAU Nasional.

Dengan masa waktu penerimaan Dana Otsus Aceh yang masih tersisa 10 tahun, jika diproyeksikan Pemerintah Aceh menerima sesuai asumsi rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5% dan alokasinya sesuai UU No.11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA), maka proyeksi total penerimaan Dana Otsus Aceh periode 2019-2028 sebesar Rp 76,4 triliun.

Di sini pemerintahan Aceh dan kabupaten/kota perlu upaya-upaya yang luar biasa dalam pengelolaannya. Perlu strategi grand design pengelolaan Dana Otsus Aceh yang dapat menjawab efektivitas pembangunan daerah pada enam area/bidang pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi rakyat, pengentasan kemiskinan, serta pendanaan pendidikan, sosial, dan kesehatan sesuai Pasal 183 ayat (1) UUPA.

Dalam pembangunan enam area/bidang sesuai UUPA, setiap area/bidang perlu dirumuskan dan disepakti indikator utama keberhasilan yang berbasis data dan fakta, serta perlu pemutakhiran capaian indikator utama keberhasilan untuk memastikan bahwa pembangunan enam area/bidang dapat terukur kinerja keberhasilan dengan menggunakan Dana Otsus Aceh setiap tahun. Sedangkan penentukan indikator utama keberhasilan area/bidang minimal dengan satu indikator utama keberhasilan yang dicapai hingga pada 2028 nanti.

Contoh indikator utama keberhasilan untuk area/bidang infrastruktur misalnya indikator jumlah pajang jalan provinsi dan jumlah pajang jalan kabupaten/kota yang dibangun; area/bidang pemberdayaan ekonomi rakyat yaitu indikator jumlah angka pengangguran dan jumlah tenaga kerja yang bekerja pada perusahaan dan lembaga penyerap tenaga kerja; area/bidang pengentasan kemiskinan yaitu indikator jumlah jumlah orang miskin; area/bidang pendidikan yaitu indikator jumlah siswa SMA lulus dengan standar dan jumlah siswa SMK yang memiliki ketrampilan; area/bidang sosial yaitu indikator jumlah orang minta-minta; dan area/bidang kesehatan yaitu indikator jumlah orang sakit yang sembuh.

Skenario pembangunan
Dengan proyeksi total Dana Otsus Aceh periode 2019-2028 sebesar Rp 76,4 triliun, maka skenario pembangunan area/bidang yang difokuskan untuk mencapai indikator utama keberhasilan pembangunan jangka panjang dan menengah yang menggunakan Dana Otsus, selajutnya Pemerintah Aceh dapat ditargetkan indikator utama keberhasilan setiap tahun. Jika dikonversi pada area/bidang kesehatan dan kemiskinan, Pemerintah Aceh dapat membiayai iuran BPJS kelas 3 sebesar Rp 25.500 dengan asumsi penduduk Aceh berjumlah 5.096.248 jiwa (data BPS 2017), selama 49 tahun.

Kemudian, jika dikonversi untuk area/bidang pengentasan kemiskinan untuk pembiayaian penurunan angka kemiskinan di Provinsi Aceh dengan asumsi standar SDGs pendapatan 2 dolar AS/hari dan jumlah penduduk miskin 839.000 jiwa atau 15,97% dari total jumlah penduduk Aceh (data BPS 2018), maka Pemerintah Aceh dapat menurunkan jumlah penduduk miskin di Aceh selama lebih dari 8,5 tahun.

Total Dana Otsus Aceh jika dikonversikan pada area/bidang pendidikan dalam bentuk Biaya Operasional Sekolah (BOS) SMA dan SMK yaitu sebesar 3 juta/siswa/tahun dengan asumsi jumlah siswa SMA dan SMK di Aceh sebanya 191,957 siswa (Tahun Ajaran 2017/2018, Kemendikbud), maka Pemerintah Aceh dapat membiayai selama 133 tahun; dikonversi untuk pembiayaan beasiswa pendidikan S2 ke luar negeri berjumlah 71,256 mahasiswa dan pendidikan S3 ke luar negeri berjumlah 17,814 mahasiswa.

Jika dikonversi pada area/bidang insfrastruktur dalam bentuk pembiayaan pembangunan jalan provinsi aspal hotmix dengan asumsi lebar perkerasan jalan 7 meter dengan biaya Rp 15 miliar/km, maka Pemerintah Aceh dapat membiayai pembangunan jalan provinsi aspal hotmix mencapai 5.093 km. Jika pembiayaan pembangunan jalan kabupaten/kota aspal hotmix dengan asumsi lebar perkerasan jalan 6 meter dengan biaya 13,25 milyar/km, maka Pemerintah Aceh dapat membiayai pembangunan jalan kabupaten/kota aspal hotmix mencapai 5,766 km atau dapat membiayai jalan tol sepanjang 955 km untuk jalan tol Jalur Trans Tengah dan Selatan Aceh.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved