Opini

Memahami Makna Pahlawan

PAHLAWAN pahlawan dimaknai sebagai orang yang berjuang dengan gagah berani dalam membela kebenaran

Memahami Makna Pahlawan
SERAMBINEWS.COM/FIKAR W EDA/M ANSHAR
Foto kenangan, saat Sultanah Aceh, Teungku Putroe Safiatuddin Cahaya Nur Alam (tengah) dan Pocut Haslinda Syahrul (kanan) diwawancarai wartawan Serambinews.com, di DPR (kiri). Penampilan Drama Kolosal tentang perjuangan Laksamana Malahayati ditampilkan pada peringatan Hari Pahlawan di Lapangan Blangpadang, Banda Aceh, Jumat (10/11/2017). 

Oleh Abdul Gani Isa

Ihfadh linafsika qabla mautika fazzikru lil insani ‘umurun tsanin (Peliharalah dan jagalah setiap dirimu [dengan amal baik] sebelum ajal, maka umur kedua setelah mati [tetap] akan dikenang oleh manusia). Kata Hukama

PAHLAWAN pahlawan dimaknai sebagai orang yang berjuang dengan gagah berani dalam membela kebenaran (KBBI). Secara etimologis ada juga yang memaknai pahlawan berasal dari akar kata pahala, dan berakhiran wan, pahalawan. Artinya, mereka pantas memperoleh pahala karena jasa-jasanya bagi perjuangan menegakkan kebenaran. Bila merujuk pada KBBI, maka menjadi pahlawan adalah hal yang memungkinkan bagi seseorang, bahkan siapa pun yang berjuang dalam membela kebenaran bisa menempati posisi sebagai seorang pahlawan.

Pahlawan adalah gelar untuk orang yang dianggap berjasa terhadap orang banyak dan berjuang dalam mempertahankan kebenaran. Dalam konteks kenegaraan dan kebangsaan, seseorang dijuluki pahlawan karena jasa-jasanya dalam memperjuangkan negara dan bangsa ini untuk menmperoleh kemerdekaannya. Seorang pahlawan berjuang karena mencintai negeri dan tanah tumpah darahnya (hubb al-wathan min al-iman).

Menegakkan kebenaran
Dalam perspektif Islam, pahlawan dapat dimaknai sebagai orang Islam yang berjuang menegakkan kebenaran (al-haq) demi memperoleh ridha Allah semata. Kredo dan doktrinnya adalah limardhatillah wa li i’lai kalimatillah hiya l-‘ulya. Kata kuncinya adalah kebenaran (al-haq) dan ridha Allah Swt. Jadi, kebenaran adalah segala sesuatu (baik yang berupa perintah maupun larangan) yang datang dari Allah Swt melalui ajaran Islam yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad saw. (Wama atakum al-Rasulu fakhuzuhu wama nahakum ‘anhu fantahu).

Dengan demikian, pahlawan dalam perspektif Islam harus memiliki koridor dan konteks ini (memperjuangkan kebenaran dan untuk menjunjung nilai luhur Islam sebagai agama yang benar). Dalam konteks makro, pahlawan Islam adalah orang Islam yang berjuang membela tanah air dan mempertahankan kemerdekaan bangsa dan Negara dari penindasan dan penjajahan.

Dari sisi lain, juga disebut pahlawan pasti memiliki kontribusi atau jasa besar bagi orang lain, karena semua ajaran dalam Islam memiliki implikasi positif bagi orang lain, bahkan untuk semesta alam ini (semua makhluk hidup), sebagaimana sabda Nabi saw, Khair al-Nas anfa’uhum li al-nas dan firman Allah, Wama arsalnaka illa rahmatan li al-‘alamin.

Mengenai berjuang menegakkan kebenaran dan keadilan ini banyak disebut dalam Alquran, di antaranya: “Perangilah mereka sehingga tidak ada lagi penindasan, dan yang ada hanya keadilan dan keimanan kepada Allah.” (QS. 2:193) “seluruhnya dan di mana saja.” (QS. 8:39). “Dan kenapa kamu tidak berperang di jalan Allah. dan untuk mereka yang lemah, laki-laki, perempuan, dan anak-anak yang berkata “Tuhan, keluarkanlah kami dari kota ini yang penduduknya zalim; dan berilah kami dari pihak-Mu orang yang dapat menjadi pelindung, dan berilah kami dari pihak-Mu penolong.” (QS. 4:75).

Sesungguhnya para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini, dari segala bentuk penjajahan, baik yang kita ketahui maupun yang tidak, mereka hidup di hati kita. Jadi, sebetulnya pahlawan itu tidak pernah mati, karena jasa-jasanya selalu dikenang oleh orang banyak. Kebaikannya selalu tertabur dalam jiwa umat, sehingga tak pernah sirna untuk dikenang dan didoakan arwahnya setiap saat. Meskipun secara lahiriyah sudah tiada, namun secara hakiki belum, ia mati tetapi hidup.

Allah Swt berfirman, “Dan janganlah kalian sekali-kali mengatakan bahwa orang-orang yang berjuang (terbunuh) di jalan Allah itu mati melainkan mereka hidup tetapi kita tidak merasakan.” (QS. al-Baqarah: 154).

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved