Opini

Nilai-nilai Kepahlawanan dalam Alquran

PAHLAWAN adalah seseorang yang berjuang dan mengorbankan harta, tenaga, dan nyawa untuk membela bangsa

Nilai-nilai Kepahlawanan dalam Alquran
Kasdam IM, Brigjen TNI Achmad Daniel Chardin memberi penghormatan saat berziarah ke makam pahlawan nasional Indonesia, T Nyak Arief, di kawasan Gampong Lamreung, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, Selasa (26/12). 

Oleh Adnan

PAHLAWAN adalah seseorang yang berjuang dan mengorbankan harta, tenaga, dan nyawa untuk membela bangsa dan negara dari para penjajah. Sebut saja Jenderal Sudirman, Bung Tomo, KH Hasyim Asy’ari, KH Ahmad Dahlan, Imam Bonjol, Teuku Umar, Cut Nyak Dhien, Cut Meutia, Keumalahayati, Tgk Chik Di Tiro, dan ratusan lainnya yang tidak dapat diurutkan satu persatu dalam tulisan singkat ini. Mereka adalah sosok-sosok yang memiliki integritas, pantang menyerah, loyalitas terhadap bangsa dan negara, berdedikasi tinggi, berani menegakkan kebenaran dan membasmi kebatilan, menjiwai spirit nasionalisme, dan berjuang hingga darah penghabisan untuk memerdekakan bangsa dari hegemoni para penjajah.

Maka jasa-jasa para pahlawan, baik yang telah dinobatkan sebagai pahlawan nasional oleh negara maupun yang belum, tidak boleh dilupakan oleh warga bangsa ini. Hanya bangsa bodoh yang melupakan jasa-jasa pahlawan mereka. Bahkan, Bung Karno menyebutkan istilah “jas merah”, yakni jangan sekali-kali melupakan sejarah. Keberadaan para pahlawan merupakan bagian dari historis perjalanan bangsa ini yang tidak boleh dinafikan. Meski bangsa ini telah merdeka dari hegemoni para penjajah, tapi nilai-nilai kepahlawanan patut diterjemahkan dalam setiap perilaku (behavior) dan pola pikir (worldview) warga bangsa untuk perbaikan dan pemajuan bangsa.

Dalam Alquran, makna pahlawan sering disebut dengan terma rijal. Terma rijal berarti seseorang laki-laki yang gagah berani ikut berjuang dan berjihad membela kebenaran dan membasmi kemungkaran. Semisal firman Allah Swt, “Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah. Maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada pula yang menunggu- nunggu gugur, dan mereka tidak merubah janjinya.” (QS. Al-Ahzab: 23).

Mereka sosok-sosok semisal Sayyidina Hamzah ra, Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab ra, Usman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Abdullah bin Umair, Khalid bin Walid, dan lain sebagainya. Mereka diantara penegak panji-panji Allah Swt di muka bumi.

Beberapa nilai
Beberapa nilai kepahlawanan (rijal) dalam Alquran di antaranya: Pertama, keberanian (syaja’ah). Firman Allah swt, “Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas pemberianNya, lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Maidah: 54). Maka keberanian merupakan unsur penting di medan jihad.

Selain itu, keberanian dibangun atas dasar fondasi iman dan keyakinan kepada Allah Swt. Tanpa keberanian yang berlandaskan iman dan keyakinan yang benar, maka mereka akan lari meninggalkan musuh, semisal orang-orang munafik. Firman Allah Swt, “Dan supaya Allah mengetahui siapa orang-orang yang munafik. Kepada mereka dikatakan: Marilah berperang di jalan Allah atau pertahankanlah dirimu. Mereka berkata: sekiranya kami mengetahui akan terjadi peperangan, tentulah kami mengikuti kamu. Mereka pada hari itu lebih dekat kepada kekafiran dari pada keimanan. Mereka mengatakan dengan mulutnya apa yang tidak terkandung dalam hatinya. Dan Allah lebih mengetahui dalam hatinya. Dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan.” (QS. Ali Imran: 167).

Kedua, kesabaran (ash-sabr). Firman Allah Swt, “Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu dari pada orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti.” (QS. Al-Anfal: 65).

Kesabaran merupakan satu kepribadian mulia yang melekat pada diri para pahlawan. Para pahlawan menghabiskan waktu ratusan tahun untuk mengusir para penjajahan. Tekad para pahlawan untuk mengusir para penjajah tidak lelah dan putus asa. Mereka bersabar demi menggapai kemenangan. Maka kesabaran merupakan nilai-nilai kepahlawan yang harus diwarisi oleh generasi penerus.

Ketiga, tidak pengecut. Firman Allah Swt, “Mereka bakhil terhadapmu, apabila datang ketakutan bahaya, kamu lihat mereka itu memandang kepadamu dengan mata yang terbalik- balik semisal orang yang pingsan karena akan mati, dan apabila ketakutan telah hilang, mereka mencaci kamu dengan lidah yang tajam, sedang mereka bakhil untuk berbuat kebaikan. Mereka itu tidak beriman, maka Allah menghapuskan pahala amalnya. Dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (QS. Al-Ahzab: 19).

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved