Yayasan Al Azhar Jalin Kerja Sama Pendidikan dengan Yayasan Tjut Nja' Dhien Jakarta

Yayasan Tjut Nja’ Dien antara lain mengelola rumah panti putri untuk yatim piatu, dhuafa, menampung koban Kapal Gurita Sabang , korban tsunami Aceh.

Yayasan Al Azhar Jalin Kerja Sama Pendidikan dengan Yayasan Tjut Nja' Dhien Jakarta
Dok Yayasan Tjut Nja'Dhien
Pengurus Yayasan Al Azhar dan Yayasan Tjut Nja' Dhien foto bersama anggota DPR RI asal Aceh Teuku Riefky Harsya, seusai penandatanganan kerja sama. 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Yayasan Pesantren Islam Azhar (YPIA) menjalin kerja sama bidang pendidikan anak usia dini (PAUD) dengan Yayasan Tjut Nja’ Dien, yayasan yang didirikan sejumlah tokoh perempuan Aceh di Jakarta.

Langkah ini dimaksudkan untuk melahirkan generasi Aceh yang berkuaitas. Jalinan kerja sama itu ditandai penandatanganan naskah kerja sama antarkedua yayasan, Kamis (8/11/2018) di Jakarta.

YPIA diwakili Drs Sobirin HS (ketua umum) dan Drs Sentot Imam Suwaji MSi (uekretaris) disaksikan Drs H Ono Ruhiana MPd (kepala sekretariat), Drs H Baharuddin MM (kepala bidang kerjasama), Dr M Djafar HS MM (kepala Direktorat Pendidikan Tinggi Perencanaan Pengembangan Pendidikan & Pelatihan).

Sementara dan dari pihak Yayasan Tjut Nja' Dhien diwakili Hj Pocut Haslinda Syahrul MD (ketua) dan Dra Hj Cut Trisnawaty MM (sekretaris umum) disaksikan pengurus teras yayasan, Hj Rosna Isnail Suni, Hj Cut Yusmiati Hasmi, Dra Hj. Sakhiyah Hidayat, Hj Sulastri Marzuki dan Hj Aryati Syarifuddin T.

Yayasan Tjut Nja’ Dien didirikan pada tahun 1986 oleh sejumlah perempuan Aceh rantau, yaitu Hj Pocut Ainal Mardiah (Almh), Hj Asmah Djohan (Almh), Hj Rohana Yusuf Gading (Almh), Hj Leily Sofyan Ismail (Almh), dr Zakiah Ibrahim Risjad (Almh), Hj Pocut Haslinda Syahrul MD, Hj Cut Yusmiati Hasmi, Cut Ani Ahmad Arief (Almh), Hj Saemah Ruslim Hamzah (Almh), Hj. Syarifah Yusuf (Almh), Hj Ratna Hasan Basri (Almh) dan Hj Meutia Agusasiah Hussein (Almh).

Yayasan Tjut Nja’ Dien saat ini dipimpin Hj Rosna Ismail Suni dan Hj Pocut Haslinda Syahrul MD, antara lain mengelola rumah panti putri untuk yatim piatu, dhuafa, menampung koban Kapal Gurita Sabang, korban tsunami Aceh.

Museum Tsunami Aceh Raih Penghargaan ‘Museum Populer’

Selain di Palu, Tujuh Tsunami Pernah Melanda Indonesia, Tsunami Aceh Terdahsyat di Dunia

Tsunami-tsunami Terdahsyat dalam Sejarah: Tsunami Aceh Tinggi Gelombangnya sampai 30 Meter

"Mereka diberi pendidikan dari SD, SMP s/d SMK di Tangerang, setelah selesai mereka pulang ke Aceh," kata Pocut Haslinda.

"Insya Allah PAUD Islam Terpadu Tjut Nja’ Dien di bawah Binaan YPI Al Azhar Jakarta akan melahirkan generasi penerus Tjut Nja’ Dien, mohon doa restunya," kata Pocut Haslinda.

Disebutkan, Tjut Nja' Dhien pada saat dibuang ke Sumedang Jawa Barat dan dalam keadaan buta, masih tetap mengajar mengaji kepada anak-anak Sumedang. "Kita ingin mengambil semangat itu," tambah Pocut Haslinda lagi.(*)

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved