Yayasan Cahaya Aceh Gelar Pengajian Rutin untuk Para Ibu di Gampong Lambada Lhok

Yayasan Cahaya Aceh (YCA) menggelar pengajian untuk para ibu dan remaja putri di Balai Cahaya Aceh, Gampong Lambada Lhok, Kecamatan Baitussalam,

Yayasan Cahaya Aceh Gelar Pengajian Rutin untuk Para Ibu di Gampong Lambada Lhok
Dok. Humas YCA
Ustazah Nadya al Hafidzah, alumni MUQ Pagar Air saat menyampaikan pengajian untuk para ibu dan remaja putri di Balai Cahaya Aceh, Gampong Lambada Lhok, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar.

Laporan Muhammad Nasir | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Yayasan Cahaya Aceh (YCA) menggelar pengajian untuk para ibu dan remaja putri di Balai Cahaya Aceh, Gampong Lambada Lhok, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar.

Kegiatan tersebut akan dilaksanakan setiap dua minggu sekali sekaligus sinergisasi berbagai program anak dengan para orang tua.

“Alhamdulillah kita hari ini membuka program untuk pengajian Ibu Ibu dan anak gadis karena permintaan masyarakat yang ingin mengaji” ujar Reza Fahlevi, pengurus Yayasan Cahaya Aceh.

Sementara pematerinya disesuaikan dengan topik pilihan yang telah disepakati.

Diharapkan hal hal mendasar dan penting menjadi topik dan tema pengajian. Sesuatu yang sederhana tapi menyentuh langsung dengan kehidupan masyarakat. Seperti memandikan jenazah (tajhiz mayat), pendidikan, akhlaqul karimah, dan lainnya.

Baca: Bupati Ajak Warga Aktifkan Pengajian Tastafi

Sementara Ketua Pembina Cahaya Aceh Foundation, Azwir Nazar, dalam siaran pers kepada Serambinews.com, Jum’at (9/11/2018) menyampaikan syukur walau perlahan dan sederhana Cahaya Aceh terus bergerak melakukan berbagai kegiatan.

“Alhamdulillah kita sedang lebih 6 bulan mengadakan kegiatan seluruhnya gratis bagi anak anak dan sekarang para orang tua juga kita mengajak bersama sama belajar dan mengaji,” cetusnya.

Lebih 13 kelas dibuka hampir tiap hari di Balai Cahaya Aceh. Anak anak boleh memilih kelas yang diminati sesuai bakat minat.

Baca: VIDEO - Memperbaiki Bacaan Alquran, Tim Tahsin IKAT Aceh ke Balai Pengajian di Pidie

“Tentu Alquran adalah basis semua pengetahuan, tapi setelah itu mereka juga dapat belajar bahasa Turki, Inggris, Arab, Melukis, Memanah, Dalail Khairat, bahkan Tekwondo. Sementara untuk Bapak kita buka kelas Tafsir. Sekarang tambah yang ibu ibu,” sebut mantan Presiden PPI Turki itu.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Nasir
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved