7.000 Guru Kontrak belum Terima Honor 4 Bulan

Diperkirakan sebanyak 7.000-an orang guru nonPNS atau guru kontrak yang telah mengajar di berbagai SMA/SMK Negeri

7.000 Guru Kontrak belum Terima Honor 4 Bulan
SERAMBINEWS.COM/DEDE ROSADI
Ratusan guru honor mendatangi Kantor Bupati Aceh Singkil, Jumat (21/9/2018). 

BANDA ACEH - Diperkirakan sebanyak 7.000-an orang guru nonPNS atau guru kontrak yang telah mengajar di berbagai SMA/SMK Negeri dalam 23 kabupaten/kota di Aceh, belum menerima pembayaran honor selama 4 bulan lebih dari Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh. Demikian diungkapkan Wakil Ketua I DPRA, Sulaiman Abda kepada Serambi, Jumat (9/11), di ruang kerjanya, usai menerima pengaduan dari sejumlah guru SMA/SMK kontrak.

Sulaiman Abda mengatakan, honor yang belum dibayar Disdik Aceh, bukan hanya honor guru SMA/SMK kontrak saja, tapi juga honor tenaga pendidikan nonPNS yang bekerja membantu kelancaran pelaksanaan proses belajar mengajar di sekolah menengah atas tersebut. Sama dengan guru kontrak, honor tenaga pendidikan sebanyak 2.518 orang yang tertunggak ini juga selama 4 bulan, yakni mulai Juli hingga Oktober 2018.

Sulaiman Abda menyatakan, dia dan pihak guru kontrak maupun tenaga pendidik nonPNS, bisa memahami jika honor mereka dibayar per tiga bulan

sekali. Sebab, pihak Disdik Aceh mengaku agak kewalahan jika pembayarannya per bulan karena jumlah guru kontraknya mencapai 9.385 orang. “Belum lagi, guru kontrak sudah terbagi dalam 6 grade dan besaran pembayaran honor mengajar tiap jam masing-masing grade juga berbeda, sehingga hal ini bisa kita pahami,” ujarnya.

“Tapi perlu juga diketahui, jumlah tenaga administrasi di kantor Disdik Aceh itu cukup banyak, ada yang berstatus PNS dan ada juga yang berstatus tenaga kontrak. Untuk merekap data guru kontrak yang mengajar dan jam mengajarnya di setiap sekolah, kan bisa dibuatkan sistem aplikasinya. Sehingga dalam merekap data guru mengajar atau tidak, tidak butuh tenaga yang banyak, sekitar lima orang yang ahli dalam menjalankan sistem aplikasi, perekapan jam mengajar guru sudah bisa dilaksanakan,” ulas Wakil Ketua I DPRA ini.

Sulaiman Abda menduga, cara kerja berbasis aplikasi itu belum dilakukan Disdik Aceh secara maksimal dan rutin. Malah, petugas rekap jam mengajar guru kontrak juga sering berganti-ganti, sehingga data pembayaran honor guru sering terjadi kekurangan atau kelebihan. “Ujung-ujungnya yang akan menanggung akibat dari pergantian petugas rekap itu adalah guru kontrak. Honor mengajar mereka terus terlambat setiap tahunnya antara 3 hingga 4 bulan,” tukasnya.

Sedang diproses
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Aceh, Syaridin yang dimintai konfirmasinya, Jumat Sore, menjelaskan, pembayaran honor guru kontrak SMA/SMK untuk Juli-Oktober 2018, sedang dalam proses. “Kami sudah memerintahkan seorang staf untuk mengurus proses pembayaran honor guru kontrak it, sampai tuntas pada minggu ini,” tegasnya.

Kasi yang menangani pembayaran honor guru kontrak dan tenaga pendidikan kontrak SMA/SMK nonPNS, Radian kepada Serambi mengatakan, mengurus pembayaran honor guru kontrak itu tidak segampang yang dibayangkan. “Kita harus melakukannya dengan sangat teliti, kalau tidak akan terjadi dua hal, yaitu kelebihan bayar atau kekurangan bayar,” paparnya.

Saat ini, sebut Radian, ada 2.949 orang guru kontrak yang mengalami kekurangan bayar jam mengajarnya untuk bulan Januari hingga Juni 2018. Ini disebabkan, petugas perekap jam mengajar guru kontrak sebelumnya, bekerja dengan sistem manual dan tidak teliti. Selain itu, terang Radian, sejak dilakukan Ujian Kompetensi Guru (UKG) terhadap 9.385 guru kontrak tahun lalu, status atau grade guru kontrak pun terbagi enam, sehingga honor mereka juga berbeda.

Di sisi lain, Radian membeberkan, tahapan proses pembayaran honor guru kontrak dan tenaga kependidikan kontrak SMA/SMK sudah berada di Badan Pengelolaan Keuangan Aceh (BPKA). “Sebanyak 7.000-an orang honor guru kontrak dan 2.518 orang tenaga kependidikan nonPNS yang belum dibayar, daftar honor jam mengajarnya sudah kita serahkan ke BPKA untuk penerbitan surat perintah pembayaran dan penyaluran dananya dari kas daerah ke bank penyalur. Dari bank penyalur nanti ditransfer ke buku tabungan masing-masing guru dan tenaga kependidikan kontrak itu,” tukasnya.

“Mulai tanggal 12 hingga 25 Nopember 2018, guru kontrak/tenaga kependidikan kontrak sudah bisa mengecek buku tabungan mereka, jika belum masuk honor, tolong dikomplain ke Disdik Aceh, kami siap melayaninya,” pungkas Radian.(her)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved