Banda Aceh Gelar Lomba Baca Kitab Kuning

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman membuka Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) atau yang dikenal lomba

Banda Aceh Gelar Lomba Baca Kitab Kuning
FOTO/IST
WALI Kota Banda Aceh, Aminullah Usman bersama Kadis Pendidikan Dayah Aceh, Usamah El-Madny dan Kadis Pendidikan Dayah Kota, Tgk Tarmizi Daud menekan sirine saat membuka lomba membaca kitab kuning, di halaman Pesantren Terpadu Inshafuddin, Banda Aceh, Jumat (9/11). FOTO/IST 

BANDA ACEH - Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman membuka Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) atau yang dikenal lomba membaca kitab kuning tingkat Kota Banda Aceh, di halaman Pesantren Terpadu Inshafuddin, Banda Aceh, Jumat (9/11).

Pembukaan MQK ditandai dengan pembunyian sirine oleh wali kota bersama Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Usamah El-Madny dan Kepala Dinas Pendidikan Dayah Kota, Tgk Tarmizi Daud.

Kegiatan itu merupakan wujud dan komitmen Pemko Banda Aceh dalam merealisasikan visi dan misi Pemko Banda Aceh, di mana satu di antaranya bidang agama. “Lomba baca kitab kuning ini digelar sebagai bentuk komitmen kita mewujudkan Banda Aceh gemilang dalam bingkai syariah,” kata Aminullah Usman.

Wali Kota Banda Aceh mengatakan, kegiatan itu penting untuk mendorong meningkatnya SDM santri dayah, sehingga semakin memahami kitab kuning dan Islam lebih dalam. Karena banyak membahas hadis-hadis Nabi.

“Kolaborasi Pemko Banda Aceh dalam hal ini Dinas Pendidikan Dayah Kota dengan Dinas Pendidikan Dayah Aceh akan memperebutkan piala wali kota. Jadi, ada banyak even keagamaan. Bahkan beberapa waktu lalu Pemko sudah menggelar MTQ, dalail khairat dan even lain yang juga memperebutkan piala wali kota,” ujar Aminullah.

Bagi para santri yang mengikuti lomba baca kitab kuning ini, Aminullah menaruh harapan agar mereka serius, karena berpeluang menjadi wakil Banda Aceh di even tingkat Provinsi Aceh pada tahun depan

Kadis Pendidikan Dayah Aceh, Usamah El-Madny, menyampaikan penerapan syariat Islam di Aceh dan Banda Aceh khususnya butuh dukungan dari dayah, sehingga bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata. Kegiatan ini dalam rangka mengkonsolidasi sumber daya santri, memobilisasi dan membangun semangat mereka agar menyadari bahwa pembangunan Aceh dan Banda Aceh juga menjadi tanggung jawab para santri,” ungkap Usamah.

Lalu Kadis Pendidikan Daya Kota, Tgk Tarmizi Daud yang juga ketua panitia menjelaskan kegiatan itu diikuti 54 santri dari 34 dayah di Banda Aceh. “Melalui even ini kami ingin menunjukkan bahwa santri bisa. Insya Allah dari lomba baca kitab kuning ini akan melahirkan kader-kader yang paham agama secara mendalam, secara benar, sehingga tidak ada lagi isu dan pandangan di luar bahwa santri itu ekstrem dan radikal,” pungkasnya.(mir)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved