Giliran Badai Landa Singkil

Cuaca buruk melanda wilayah darat dan lautan Aceh Singkil, Jumat (9/11). Ekses laut berkecamuk itu mengakibatkan

Giliran Badai Landa Singkil
Kapal lambat KMP Tanjung Burang dan KMP BRR sepanjang Jumat (26/2) kemarin sandar di Pelabuhan Balohan, Sabang, karena tak bisa berlayar akibat gelombang tinggi dan angin kencang. 

SINGKIL - Cuaca buruk melanda wilayah darat dan lautan Aceh Singkil, Jumat (9/11). Ekses laut berkecamuk itu mengakibatkan transportasi laut dari Singkil ke Pulau Banyak, lumpuh.

Sementara itu, di daratan, hujan deras disertai angin kencang bergemuruh hingga membuat rumah terasa bergetar.

Gelombang tinggi tidak hanya di laut lepas, anak Laut di pinggir permukiman penduduk di Gosong Telaga Barat, Singkil Utara, yang terlindung daratan, juga berkecamuk. Akibatnya, nelayan yang menambatkan perahu di pinggir anak laut, harus berulangkali meperbaiki ikatan agar tak terlepas dihempas ombak. “Kencang sekali angin, lihatlah di anak laut saja, ombak besar,” kata Badol, warga yang mendiami pinggir anak laut.

Terendam seluruhnya
Sementara itu, seluruh wilayah Singkil yang merupakan ibu kota Kabupaten Aceh Singkil, masih terendam banjir hingga Jumat (9/11). Bahkan, lokasi yang dilanda banjir makin meluas, mulai dari jalan raya, rumah penduduk, dan fasilitas publik, sehingga aktivitas warga tidak berjalan normal. “Sebanyak 16 desa di Kecamatan Singkil, hampir seluruhnya terkena banjir,” kata Alidin, Kasi Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Dinas Sosial Aceh Singkil.

Kedalaman banjir, sebut Alidin, mencapai satu meter lebih. Bahkan, badan jalan di permukiman penduduk Siti Ambia yang sebenarnya sudah ditinggikan, juga ikut terendam. Padahal, dalam dua tahun belakangan, banjir tak pernah lagi mengenangi jalan tersebut. “Besar sekali banjirnya, jalan saja kena,” ucap Ripi, warga Singkil.

Di sisi lain, hujan deras masih terus mengguyur wilayah Aceh Singkil, sampai saat ini. Selain hujan deras, terjangan rob akibat pasang air laut kian memperparah keadaan banjir di Kota Singkil.(de)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved