Hujan Mengguyur, Petani tak Bisa Panen

Sejumlah petani di Aceh Barat Daya (Abdya) merugi karena tidak bisa memanen pade akibat hujan yang melanda daerah

Hujan Mengguyur, Petani tak Bisa Panen
MESIN potong padi beroperasi di salah satu kawasan persawahan Pidie, Minggu (11/3). 

BLANGPIDIE - Sejumlah petani di Aceh Barat Daya (Abdya) merugi karena tidak bisa memanen pade akibat hujan yang melanda daerah itu, sejak sepekan terakhir. Padahal, saat ini sebagian petani di Abdya memasuki musim panen.

Tingginya guyuran hujan membuat mesin potong padi tidak bisa masuk ke dalam sawah, lantaran kondisinya sangat berlumpur. Solusinya, petani mau tak mau harus memanen secara manual atau menggunakan sabit.

Namun, panen menggunakan sabit butuh biaya tinggi mencapai Rp 600.000 sampai Rp 700.000 untuk lahan sawah ukuran seperempat hektare (1/4 ha). Ini belum lagi ongkos angkat padi yang sudah dipanen dari areal sawah dan ongkos perontok gabah menggunakan mesin treser. Sedangkan, jika panen menggunakan mesin potong, ongkos panen yang dipungut pengelola Rp 12.500 per goni isi 50 kg gabah kering panen (GKP).

Salah seorang petani di kawasan Blangpidie, Salman menyebutkan, akibat hujan yang melanda Abdya sejak sepekan terakhir, petani di kawasan Blangpidie dan Susoh harus panen menggunakan sabit. “Kalau kita panen menggunakan mesin dengan kondisi hujan seperti ini, (padinya) tidak bisa dijemur. Risiko ruginya lebih besar karena padi berjamur, maka kita memilih panen pakai sabit saja,” ujar Salman.(c50)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved