Jerman desak Saudi segera rampungkan investigasi Khashoggi

Jerman telah memperbarui seruannya agar Arab Saudi sesegera mungkin menyelesaikan investigasi pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Jerman desak Saudi segera rampungkan investigasi Khashoggi
montase foto Tribunnews.com (Sumber Foto : Hurriyet Daily)
Pembunuhan jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi, terbongkar karena agen rahasia yang berdandan mirip Khashoggi, lupa ganti sepatu (kanan). 

SERAMBINEWS.COM - Jerman telah memperbarui seruannya agar Arab Saudi sesegera mungkin menyelesaikan investigasi pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Berbicara dalam konferensi pers di Berlin, Jumat (9/11/2018), juru bicara Kementerian Luar Negeri Maria Adebahr mengatakan bahwa ada banyak pertanyaan yang tidak terjawab.

“Sebagaimana Menteri Luar Negeri Heiko Maas secara eksplisit mengatakan pada awal pekan ini, kami menuntut klarifikasi penuh atas indisden itu,” katanya.

Khashoggi, warga negara Saudi sekaligus kolumnis The Washington Post, terbunuh pada 2 Oktober di Konsulat Saudi di Istanbul.

Setelah beberapa pekan menyangkan keterlibatan, kerajaan mengakui bahwa Khashoggi telah dibunuh di konsulat namun mengklaim bahwa keluarga kerajaan Saudi tidak mengetahui pembunuhan terencana ini.

Sejauh ini, 18 orang termasuk petugas keamanan, ditangkap di Arab Saudi terkait dengan pembunuhan ini.

Pekan lalu, jaksa Turki mengumumkan temuan awal yang menyebutkan Khashoggi dicekik hingga tewas dalam pembunuhan terencana tak lama setelah dia memasuki konsulat.

Kantor Jaksa Penuntut Umum Istanbul mengatakan bahwa jasad Khashoggi dibuang setelah dimutilasi. Namun otoritas Saudi sejauh ini mengklaim bahwa mereka tidak mengetahui keberadaan jasad Khashoggi.

Baca: Recep Tayyip Erdogan: Kami Masih Punya Bukti Pembunuhan Jamal Khashoggi

Sementara itu, anggota parlemen AS Brad Sherman berencana mengajukan undang-undang yang akan memblokir kesepakatan nuklir kontroversial AS dengan Arab Saudi akibat pembunuhan warga Saudi kolumnis Washington Post, Jamal Khashoggi, menurut satu laporan yang diterbitkan pada Jumat (9/11/2018). 

Rancangan Undang-Undang yang secara eksklusif diperoleh Vox.com itu menilai, jika disahkan menjadi hukum, hal itu akan menjadi respon terkeras AS terhadap Saudi atas pembunuhan Khashoggi. 

Halaman
12
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved