KIA Ladong Dikelola Perindag

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menyerahkan pengelolaan Kawasan Industri Aceh (KIA)

KIA Ladong Dikelola Perindag
TAQWALLAH, Asisten II Setda Aceh

BANDA ACEH - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menyerahkan pengelolaan Kawasan Industri Aceh (KIA) yang terletak di Gampong Ladong, Aceh Besar, kepada Dinas Perindustarian dan Perdagangan (Perindag) Aceh. Hal itu disampaikan Asisten II Setda Aceh, dr Taqwallah seusai acara rapat awal pembahasan penyusunan tahapan percepatan pengoperasionalan KIA Ladong, Jumat (9/11).

Taqwallah menjelaskan, yntuk mempercepat pengoperasian KIA Ladong, Plt Gubernur Aceh telah memerintahkan kepada 10 pejabat eselon II untuk segera membuat langkah-langkah tahapan untuk memfungsionalkannya. “Penyerahan aset KIA itu tidak boleh menyalahi aturan, karena itu kami beri waktu satu minggu untuk persiapan di masing-masing dinas,” katanya.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aceh, Jamaluddin mengatakan, untuk persiapan persyaratan administrasi penyerahan aset, pihaknya sudah melengkapi dan draf untuk penyerahan asetnya juga sudah dibuat dan bahkan usai rapata tadi, kami sudah teken draf penyerahan asetnya. “Sekarang ini, pihak penerima Disperindag apakah sudah siap untuk menerima aset tanah dan sejumlah bangunan KIA Ladong ini untuk dikelola secara profesional,” tuturnya.

Menayuti hal itu, Kadis Perindag Aceh, Muhammad Raudhi mengatakan, sebagai penerima pihaknya akan membaca dan menelaah kembali isi draf penyerahan aset KIA Ladong tersebut, sebelum diterima. “Kami minta waktu satu minggu untuk mempelajarinya.”

Sementara Kepala Bappeda Aceh, Azhari Hasan mengatakan, rapat perdana percepatan operasional KIA Ladong untuk penyusunan program dan kegiatan yang akan dibangun di kawasan industri itu pada tahun 2019 dan 2020.

Dalam waktu dua tahun ke depan, katanya, setela fasilitas selesai dibangun, KIA ini harus sudah menjadi Kawasan Industri yang siap operasi untuk menerima investor. Mulai dari lahan, air, listrik, penangan limbah industri, drainase, jalan, telekomunikasi dan lainnya.

“Kita dapat informasi, ada satu investor dari Korea Selatan, yang ingin bangun pabrik pengolahan jagung, harus sewa gudang dan lahan di kawasan Blangbintang, sementara Kawasan Industri di Ladong kita seluas 66 hektare masih kosong, ada satu pabrik kulit milik Pemkab Aceh Besar, sampai kini belum operasi,” jelasnya.

Atas dasar itu, Plt Gubernur Nova Iriansyah, ungkap Azhari Hasan, memerintahkan kepada Asisten II, Kepala Bappeda Aceh, Kadisperindag Aceh, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aceh dan Kepala SKPA lainnya untuk membentuk tim percepatan pengoperasionalan KIA Ladong, agar investor dari Korea Selatan yang ingin bangun pabrik pengolahan jagung di Blang Bintang, bisa dipindahkan ke Kawasan Industri Aceh di Ladong, Aceh Besar.

“Kecuali itu, jika ada invetor lainnya dari Korea, Cina, Eropa dan Arab Saudi yang ingin bangun pabrik, silahkan dialokasikan ke KIA Ladong, Aceh Besar,” ujar Azhari Hasan.(her)

10 pejabat dimaksud
* Asisten II Setda Aceh * Kepala Bappeda Aceh * Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aceh * Kadisperindag Aceh * Kadis PUPR * Kadis Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman * Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Aceh * Kepala Dinas Pengairan Aceh * Staf Ahli Gubernur Bidang Prekonomian dan keuangan * Kepala Biro Prekonomian * Kepala Biro Hukum * Ketua Tim Percepatan Pembangunan Kawasan Industri Aceh

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved