Komnas HAM Dalami Kasus Mahyar

Kasus meninggalnya terduga pengedar narkoba, Mahyar bin Usman (31) di Aceh Tamiang beberapa waktu lalu kini mendapat sorotan

Komnas HAM Dalami  Kasus Mahyar
SERAMBI/M ANSHAR
Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik (dua dari kiri) berbicara dengan Sekretaris Redaksi Harian Serambi Indonesia, Bukhari M Ali dan Pemimpin Perusahaan , Mohd Din dalam kunjungan silaturahmi di Kantor Harian Serambi Indonesia, Meunasah Manyang PA, Lambaro, Aceh Besar, Jumat (9/11/2018). SERAMBI/M ANSHAR 

* Minta Penjelasan Kapolda Aceh

BANDA ACEH - Kasus meninggalnya terduga pengedar narkoba, Mahyar bin Usman (31) di Aceh Tamiang beberapa waktu lalu kini mendapat sorotan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Melalui Kantor Perwakilan Komnas HAM Aceh, Komnas HAM serius mendalami kasus ini dan telah menyurati Kapolda Aceh untuk meminta penjelasan tentang kasus tersebut.

“Dua hari lalu kita baru kirim surat kepada Kapolda Aceh untuk meminta penjelasan kasus tersebut,” kata Kepala Kantor Perwakilan Komnas HAM Aceh, Sepriady Utama SH saat mendampingi Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik yang berkunjung ke Kantor Harian Serambi Indonesia di Meunasah Manyang, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Jumat (9/11).

Kedatangan Ketua Komnas HAM Pusat beserta rombongan dari Jakarta dan Aceh kemarin ke Serambi Indonesia disambut oleh Pemimpin Perusahaan, Mohd Din dan Sekretaris Redaksi, Bukhari M Ali.

Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik mengatakan, pihaknya akan mempelajari terlebih dulu kasus meninggalnya Mahyar bin Usman yang diduga polisi sebagai pengedar narkoba. Oleh karena itu, penjelasan dari Kapolda Aceh nantinya, akan sangat berarti bagi Komnas HAM dan Kantor Perwakilan Komnas HAM Aceh untuk menyelidiki kasus tersebut.

“Seperti dikatakan Pak Kepala Perwakilan Aceh tadi, kita sudah menyurati Kapolda Aceh. Nanti kita akan pelajari jawaban dari Kapolda terkait kasus ini dan tentang langkah-langkah yang telah dilakukan dengan kasus itu, yang menyebabkan kamatian,” kata Ahmad Taufan Damanik.

Seperti diketahui, pada Selasa (23/10), personel Polsek Bendahara, Aceh Tamiang, menangkap seorang terduga pengedar narkoba, yakni Mahyar bin Usman. Penangkapan dan penahanan itu diduga menyalahi prosedur lantaran tersangka meninggal secara tak wajar sesaat setelah penangkapan.

Kasus dugaan salah prosedur polisi dalam menjalankan tugasnya tersebut akhirnya memancing amarah masyarakat sekitar hinggamembakar Mapolsek Bendahara, Aceh Tamiang, pada hari itu juga.

Terkait kasus itu, Kapolda Aceh, Irjen Pol Rio S Djambak juga telah mengakui kesalahan anggotanya dan meminta maaf atas nama Kapolri sehari setelah kejadian itu.

Terhadap meninggalnya tersangka dalam insiden itu, Komnas HAM dalam penjelasannya kepada Serambi kemarin mengatakan, pihaknya tidak bisa mendeteksi atau menyelidiki penyebab kematian tersangka. “Kenapa yang bersangkutan meninggal, apakah benar ada perlawanan, misalnya, kemudian apakah ada penganiayaan. Nah, ini kita tidak ada instrumen untuk itu. Kita tidak ada keahlian untuk menyelidikinya,” kata Ahmad Taufan Damanik.

Halaman
12
Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved