MPU Pidie Tetapkan Vaksin MR Haram

Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Pidie tetap menetapkan vaksin imunisasi vaksin Measles Rubella (MR) haram

MPU Pidie Tetapkan Vaksin MR Haram
Net
Ilustrasi Vaksin MR 

SIGLI - Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Pidie tetap menetapkan vaksin
imunisasi vaksin Measles Rubella (MR) haram, sama seperti yang dikeluarkan MPU Aceh.

Wakil Ketua I MPU Pidie, Drs Tgk H Ilyas Abdullah kepada Serambi, Jumat (9/11) menyatakan MPU Pidie tetap tunduk ke MPU Provinsi Aceh tentang vaksin MR, seperti surat dari MPU Aceh pada September 2018. Disebutkan, berdasarkan surat MPU Aceh, suntikan MR pada dasarnya hukumnya haram, kecuali pada posisi darurat, tetapi ada ketentuannya.

“Jangan terlalu dipaksakan vaksin MR, karena isi kandungannya dari kulit babi dan organ tubuh manusia, berdasarkan surat MPU Aceh,” ujar Tgk Ilyas Abdullah di Sigli, seraya menambahkan kondisi darurat juga perlu diperjelas. “Apakah dengan tidak imunisasi MR, maka akan mengakibatkan bahaya, bencanakah. Sebagaimana daruratnya,” ujar Ilyas.

Untuk itu, pemahaman kembali pada diri masing-masing, tetapi MPU Pidie menyampaikan sebagaimana diserukan oleh MPU Provinsi, apalagi jelas haramnya, karena ada unsur babi.

Di tempat terpisah, Kepala Bidang Pengendalian Pemberantas Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Pidie, Turno Junaidi MKM, Jumat (9/11) mengaku imunisasi MR di Pidie tetap jalan, tetapi petugas pasif. “Untuk sementara, kami tidak melarang maupun menganjurkan warga untuk ikut melakukan imunisasi MR ini, karena terserah masyarakat,” ujarnya.

Walau demikian, petugas kesehatan di 26 Puskesmas se-Kabupaten Pidie tetap bersiaga, tapi sifatnya pasif. “Jika ada yang mau diimunisasi, ya diberikan, kalau tidak, juga tidak apa-apa,” terangnya.

Dia menyatakan petugas sempat trauma, sehingga harus dilihat perkembangan situasi terlebih dahulu. “Kita tidak bisa bertindak asal-asalan, tetapi haruis melihat perkembangan dulu, kapan diperlukan disosialisasikan kembali,” demikian Turno Junaidi.(aya)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved