Nelayan Sulit Dapat Solar

Sejak beberapa hari terakhir, nelayan di Kabupaten Bireuen mengaku kesulitan memperoleh solar

Nelayan Sulit Dapat Solar
SERAMBI/FERIZAL HASAN
Nelayan di Pantai Kuala Raja, Kecamatan Kuala, Bireuen, menarik pukat darat, Jumat (9/11). Sulitnya memperoleh solar, banyak nelayan di Bireuen yang tidak bisa melaut. SERAMBI/FERIZAL HASAN 

BIREUEN - Sejak beberapa hari terakhir, nelayan di Kabupaten Bireuen mengaku kesulitan memperoleh solar, sehingga banyak di antara mereka tak bisa melaut. Hal ini seperti pengakuan sejumlah nelayan di Bireuen. “Kami selama ini sangat sulit memperoleh solar untuk melaut, terpaksa boat kami tambat di dermaga,” kata Edi Saputra, nelayan di Peudada kepada Serambi, Jumat (9/11).

Hal senada juga disampaikan nelayan lainnya. Mereka mengaku tidak bisa melaut, karena tidak ada bahan bakar solar untuk menghidupkan mesin boat. “Dalam beberapa hari terakhir ini, kami nelayan di Jeunieb sangat sulit memperoleh solar, sehingga tidak bisa melaut,” kata Zulkifli A Wahab dibenarkan rekannya Azhari. Keduanya nelayan Jeunieb.

Begitu juga keluhan yang disampaikan Fakhrurazi dan Zulkarnain, nelayan di Kecamatan Samalanga. Intinya, kata mereka, jika ingin melaut, nelayan harus terlebih dahulu membeli solar di SPBU dengan menggunakan tangki mobil solar atau diesel. Kemudian solar itu dipindahkan ke mesin boat agar bisa melaut.

“Kalau kami beli solar dengan jeriken di SPBU, bisa ditangkap aparat keamanan, kata petugas, jika ingin membeli solar untuk mesin boat, nelayan harus ada surat rekomendasi dari dinas terkait, syarat untuk memperoleh rekomendasi juga sulit. Kami nelayan kecil makin terjepit, karena tidak bisa melaut untuk menafkahi keluarga kami,” kata Zulkarnain.

Dikonfirmasi Serambi secara terpisah, Panglima Laot Bireuen, Badruddin Yunus, yang akrab disapa Abu Laot, juga membenarkan informasi mengenai keluhan nelayan tersebut. Katanya, para nelayan di Bireuen sangat mengharapkan pemerintah menyahuti keluhan mereka yang kini semakin sulit memperoleh solar. “Kami berharap pemerintah dapat menyahuti keluhan nelayan serta dapat mencari solusi untuk memenuhi kebutuhan solar untuk nelayan,” pinta Abu Laot.

Seperti diketahui, solar masih termasuk BBM yang disubsidi pemerintah pusat.

Siap Keluarkan Rekom
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Bireuen, Irwan SP, yang juga dikonfirmasi Serambi secara terpisah, mengatakan pihaknya hanya bisa mengeluarkan rekom pembelian solar untuk kebutuhan boat 10 GT-30 GT. Sedangkan boat di atas 30 GT, pihaknya tidak bisa mengeluarkan rekomendasi.

“Kami siap mengeluarkan surat rekomendasi kepada nelayan sesuai dengan aturan yang berlaku. Tapi butuh beberapa syarat yang harus dilampirkan oleh nelayan untuk mendapatkan rekom, antara lain SIUP, SIPI, Surat Laik Operasi, dan surat izin berlayar, satu syarat tidak lengkap, tidak bisa kami keluarkan rekomendasi,” sebut Irwan. (c38)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved