Pembangunan Rumah Rusak Akibat Gempa Capai 60%

Pekerjaan pembangunan rumah rusak akibat gempa di Samalanga Bireuen yang dimulai pertengahan Agustus 2018

Pembangunan Rumah Rusak Akibat Gempa Capai 60%
FOTO/IST
Hampir rampung-Pekerjaan pembanguna rumah bantuan untuk korban gempa di Samalanga, Bireeun yang dikerjakan pertengahan Agustus lalu hampir rampung seperti salah satu rumah bantuan di Samalanga. FOTO/IST 

BIREUEN - Pekerjaan pembangunan rumah rusak akibat gempa di Samalanga Bireuen yang dimulai pertengahan Agustus 2018, hingga minggu kedua November ini sudah mencapai 60 persen. Anggaran untuk proyek ini Rp 85 juta untuk pembangunan rumah rusak berat dan Rp 20 juta untuk rehab rumah yang rusak sedang, sehingga anggaran yang dibutuhkan Rp 6 miliar lebih.

Kalak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen, M Nasir SP, menyampaikan hal ini ketika menjawab Serambi, Jumat (9/10). Menurutnya, saat ini pembangunan rumah rusak berat yang dimulai dari pondasi oleh masing-masing kelompok masyarakat sudah selesai pemasangan atap dan plaster dinding. Sedangkan yang dikerjakan saat ini, pemasangan lantai keramik dan pekerjaan lainnya.

Adapun rumah rehab rumah yang rusak sedang, kata M Nasir sebagian besar sudah selesai dikerjakan dan sebagian kecil sudah tahap pengerjaan akhir. “Diharapkan selesai paling lambat akhir November ini,” kata M Nasir.

M Nasir menambahkan sesuai laporan tim lapangan, pengerjaan proyek ini yang ditangani masing-masing kelompok berjalan lancar dan belum ada kendala berarti. Ia menyebutkan, rumah rusak akibat gempa itu 142 unit yang tersebar di 21 gampong di Kecamatan Samalanga dan Simpang Mamplam. “Untuk memudahkan rehab dan rekon dibentuk sebelas kelompok dengan anggota seluruhnya 180 para korban rumah rusak. Anggaran dikucurkan tiga tahap, tahap pertama 40 persen, tahap kedua, dan ketiga masing-masing 30 persen,” sebut M Nasir.

Saat ini, kata M Nasir sedang proses kucuran anggaran tahap III sebesar 30 persen dan seluruh kelompok sudah mengajukan yang saat ini dalam proses pencarian. “Pekerjaan di lapangan harus sesuai rencana kerja dan diawasi tim serta unsur Muspika,” ujarnya. (yus)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved