Pemerintah Batal Naikkan Cukai Rokok, Faisal Basri Curiga Ada Intervensi Pengusaha 

Dalam pemaparannya dia sempat mengatakan pemerintah lebih banyak mendapatkan tekanan yang condong memihak industri

Pemerintah Batal Naikkan Cukai Rokok, Faisal Basri Curiga Ada Intervensi Pengusaha 
kompas.com
Faisal Basri 

SERAMBINEWS.COM - Faisal Basri, Ekonom Universitas Indonesia (UI) sekaligus Dewan Pakar Komisi Nasional Pengendalian Tembakau kecewa cukai rokok tak jadi naik.

Pasalnya, cukai merupakan satu-satunya cara pengendalian konsumsi rokok yang efektif.

"Kalau cukai naik tentu harga naik, konsumsi turun," jelas Faisal Basri dalam paparannya di acara workshop jurnalis yang diadakan oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Sabtu (10/11/2018).

Baca: Batalkan Kenaikan Cukai Rokok Dianggap Tak Mendukung Program Kesehatan, Ini Bantahan Wapres JK

Faisal curiga adanya intervensi industri rokok yang menyebabkan batalnya kenaikan cukai rokok.

Dalam pemaparannya dia sempat mengatakan pemerintah lebih banyak mendapatkan tekanan yang condong memihak industri.

"Saya yakin ada faktor money politic dari itu. Philip Morris selalu hadir dalam pembahasan melalui PR (Public Relation). Berapa Djarum Grup biaya Jokowi," jelasnya.

Baca: Cukai Rokok, Antara Pendapatan Negara dan Visi Kesehatan Pemerintah

Pasalnya, dengan penjelasan curva equilibrium, pendapatan negara tidak akan turun apabila pemerintah menaikkan cukai rokok. Justru akan meningkat.

Hanya saja apabila kenaikan drastis, baru akan berdampak pada pendapatan negara.

"Hampir bisa dipastikan penerimaan negara dari cukai bisa turun kalau kenaikannya drastis, karena konsumsi juga akan mengikuti. Tapi itu bukan argumen utama," jelas Faisal dengan suara khasnya yang sedikit serak.

Baca: Polresta Banda Aceh Sita Ratusan Rokok Ilegal, Nilainya Mencapai Rp17 Juta

Dia menyarankan kenaikan cukai mengikuti UU mengenai pengaturan cukai di level 57% sebagai angka aman untuk pengendalian konsumsi rokok dan pendapatan negara.

Halaman
12
Editor: Hadi Al Sumaterani
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved