Anak Korban Banjir Diserang Demam

Banjir yang merendam wilayah Aceh Singkil, mulai berdampak pada kondisi kesehatan anak-anak

Anak Korban Banjir Diserang Demam
SERAMBINEWS.COM/DEDE ROSADI
Rumah warga Ujung Bawang, Singkil, Aceh Singkil, terendam banjir 

SINGKIL - Banjir yang merendam wilayah Aceh Singkil, mulai berdampak pada kondisi kesehatan anak-anak. Mereka mulai diserang demam tinggi, batuk pilek, dan gatal-gatal pada kulit.

Kondisi itu membuat orang tuanya cemas. Apalagi pada malam hari, tubuh anak-anak korban banjir tersebut terlihat gemetaran kedinginan. Padahal suhu tubuhnya panas tinggi. “Kalau badan anak sudah naik panas, gemetaran. Kita kasih selimut juga masih kedinginan,” kata Wati, korban banjir yang anaknya mulai membaik setelah sebelumnya menderita demam.

Kadis Kesehatan Aceh Singkil, Edy Widodo, dikonfirmasi Sabtu (10/11) mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan obat-obatan bagi korban banjir. Selain itu, petugas kesehatan di Puskesmas yang wilayahnya kebanjiran juga sudah diperintahkan untuk siaga penuh. “Jadi, korban banjir yang mengalami gangguan kesehatan kami imbau segera berobat ke Puskesmas,” ajaknya.

Selama banjir, anak-anak menghabiskan waktu dengan bermain air sepanjang hari. Mereka tidak belajar karena sekolahnya ikut terendam banjir. Banjir yang merendam Singkil, sudah berlangsung lebih dari sepekan. Genangan tertinggi terjadi dalam tiga hari terakhir.

Sampai kemarin, banjir terus meninggi, rumah penduduk dan fasilitas umum terendam. Jalan Singkil-Singkil Utara terendam di kawasan Ujung Bawang. Kondisi serupa terjadi dengan jalan di pusat kota Singkil, sehingga aktivitas warga tak berjalan normal.

Jalan ke Puskesmas Singkil yang terletak di kawasan Desa Pasar, juga turut direndam banjir. Air setinggi 25 centimeter mulai dari jalan hingga kompleks Puskesmas. Petugas medis dan pasien yang berada di lokasi harus menggulung celana agar tak basah.

Namun, sejauh ini pelayanan berjalan normal. Apalagi Puskesmas menerapkan status siaga dalam mengadapi banjir. “Puskesmas kita kena banjir juga,” kata dr Azman, Kepala Puskesmas Singkil didampingi Kadis Kesehatan Aceh Singkil, Edy Widodo.

Fasilitas publik lain yang terendam banjir adalah sekolah. Berdasarkan pantauan, sekolah yang terendam banjir antara lain SD Ujung Bawang, Pemuka, dan SD Pea Bumbung, MTsN Singkil, MIN Singkil, SMA Singkil, dan MAN Singkil.

Seluruh wilayah di Kecamatan Singkil, terendam banjir dengan ketinggian air hingga 1 meter. Korban banjir masih bertahan di rumah masing-masing. Sementara Pemkab setempat sudah menyiapkan dapur umum untuk membantu korban.

Dari Aceh Barat dilaporkan, banjir yang terjadi setelah hujan lebat mengguyur kabupaten itu, Sabtu (10/11), ikut meluas. Informasi yang diperoleh Serambi, kemarin, banjir sebelumnya hanya merendam jalan Ateung Teupat Kecamatan Bubon dan jalur Meulaboh-Kuala Bhee. Tapi, kini meluas ke Desa Pange, Kecamatan Samatiga dan Desa Seumantok, Kecamatan Pante Ceureumen.

Banjir di Ateung Teupat masih melumpuhkan transportasi darat, sehingga pengendara harus menggunakan jalur alternatif. “Ada beberapa titik yang masih terendam. Kalau di Ateung Teupat airnya belum kering,” ujar Koordinator TRC BPBD Aceh Barat, Kismar.

Menurutnya, banjir yang terjadi di Seumantok sudah surut menjelang Subuh kemarin setelah sempat merendam pemukiman penduduk. Sedangkan di Pange Samatiga masih ada genangan. “Sejauh ini belum ada warga yang mengungsi,” katanya.

Nagan Raya
Tinggnya curah hujan yang mengguyur Kabupaten Nagan Raya sejak Jumat (9/11), juga mengakibatkan tiga desa di Kecamatan Tripa Makmur, kabupaten setempat terendam banjir. Pantauan Serambi, kemarin, ketinggian air di sebagian rumah penduduk 20 hingga 50 centimeter. Desa yang terendam banjir adalah Ujung Krueng, Neubok Yee PP, dan Desa Neubok Yee PK.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nagan Raya, Hamidi, kepada Serambi, Sabtu (10/11) mengatakan, banjir di Desa Ujong Krueng mulai surut. Sedangkan di Desa Neubok Yee PP dan Neubok Yee PK, sore kemarin, ketinggian air terus bertambah. Sebab, banjir luapan dari Ujong Krueng mengarah ke dua desa itu.

Jika hujan terus mengguyur, tambahnya, kemungkinan ketinggian air juga akan bertambah. “Kita berharap banjir akan terus surut, sehingga warga tidak resah,” pungkas Agus.(de/riz/c45)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved