Awas, Lubang di Belokan Jalan Kota Blangpidie Ini Sering Makan Korban

Karena sudah sering memakan korban, warga pun meletakkan ban bekas di kedua lubang tersebut guna mencegah bertambahnya korban yang terperosok.

Awas, Lubang di Belokan Jalan Kota Blangpidie Ini Sering Makan Korban
Serambinews.com
Pengendara sepmor melintasi Jalan Perdagangan menuju Jalan Selamat, Kota Blangpidie, Abdya, dimana terdapat lubang yang sangat membahayakan, Minggu (11/11/2018). Sehingga warga berinisiatif meletakkan ban bekas di lubang tersebut, agar pengendara sepmor tidak terperosok. 

Laporan Zainun Yusuf | Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Pengendara sepeda motor diingatkan agar waspada dengan keberadaan lubang di belokan Jalan Perdagangan menuju Jalan Selamat, Kota Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).

Armansyah, seorang pengendara, Minggu (11/11/2018) mengatakan, di lintasan itu terdapat dua lubang yang cukup dalam dan sering membuat pengendara terperosok.

Karena sudah sering memakan korban dan belum ada tanda-tanda akan diperbaiki, warga pun meletakkan ban bekas di atas dua lubang tersebut.

Tujuannya  agar menghindarkan pengendara agar tidak terperosok. Apalagi saat musim hujan, lubang tersebut tergenang air dan pengendara sering terkecoh.

Karena tidak menyangka lubang tersebut ternyata cukup dalam dan sangat membahayakan pengendara.

Baca: Taklukkan Persabar Aceh Barat, Persada Blangpidie Kokoh di Puncak Klasemen

Menurut warga, lubang di Jalan Perdagangan dan Jalan Selamat ini sudah beberapa kali ditambal petugas Dinas Pekerjaan Umum.

Namun tidak bertahan lama, karena lintasan jalan nasional itu banyak dilalui kendaraan bertonase tinggi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Abdya, Ir Much Tavip MM, Minggu (11/11/2018) menjelaskan, penanganan kerusakan jalan di Kota Blangpidie sebenarnya merupakan tanggung jawab Pemerintah Provinsi Aceh.

Tapi karena kerusakan itu terjadi pada lintasan ramai pengendara, maka PUPR Abdya akan segera menangani.

Baca: Begini Cara Pemkab Abdya Atasi PNS Malas, Bolos dan Bandel

Menurutnya, untuk menutup lubang pada permukaan aspal di dua lokasi tersebut harus menggunakan Asphalt Mixing Plant (AMP) atau aspal beton, sehingga mampu bertahan lebih lama.

“Karena bila ditambal dengan aspal biasa, hanya bertahan sebentar dan akan rusak lagi saat tergenang air,” ujar Kadis PUPR Abdya itu.(*)

Penulis: Zainun Yusuf
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved