Gas 3 Kg Langka di Ranto Peureulak

Gas 3 kilogram bersubsidi pemerintah mulai langka di kawasan pinggiran Aceh Timur, Kecamatan Ranto Peureulak

Gas 3 Kg Langka di Ranto Peureulak
Iskandar Usman Al-Farlaky

* Harga Isi Ulang Capai rp 37.000/Tabung

IDI - Gas 3 kilogram bersubsidi pemerintah mulai langka di kawasan pinggiran Aceh Timur, Kecamatan Ranto Peureulak dalam sebulan terakhir ini. Bahkan, harga isi ulang mencapai Rp 37.000/tabung, akibat stok sangat terbatas di tingkat pangkalan ataupun kios pengecer.

Masyarakat juga mengeluhkan mahalnya harga gas yang didapatkan di kios pengecer dan kelangkaan sudah menganggu kebutuhan rumah tangga. PT Pertamina dan Disperindag Aceh Timur harus bertanggungjawab atas kondisi yang terjadi tersebut.

Anggota DPR Aceh, Iskandar Usman Al-Farlaky kepada Serambi, Sabtu (10/11) mengaku telah menerima laporan dari masyarakat dalam dua hari terakhir ini.

“Mereka mengaku sulit mendapatkan gas 3 kg dan jika pun ada, maka harganya di atas HET,” katanya.

Dia menegaskan jika hal ini tidak boleh terus dibiarkan, karena PT Pertamina dan pemerintah harus segera mengakhiri kondisi ini. “Rakyat kita terus menjerit dan hal ini kacau sekali, karena ada warga yang lapor mereka beli sampai Rp 37.000 per tabung,” ungkap Iskandar.

Dari informasi yang diperolehnya, khusus untuk Aceh Timur ada beberapa agen penyalur gas elpiji yakni PT Gapura Putra Mandiri, PT Cuga, PT Harapan Minyak Tanah, dan PT Perjuangan Pante Bidari. “Khusus untuk Kecamatan Ranto Peureulak ada sekitar 7 pangkalan dan saya cek ada pangkalan yang mengaku memang kuota yang diberikan tidak cukup,” terangnya.

Iskandar mengatakan PT Pertamina harus turun mengumpulkan data dari pangkalan dan juga agen, berapa kuota yang harus diberikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. “Jangan-jangan ada yang bermain, sehingga yang rugi masyarakat kita. Disperindag juga kita minta turun ke lapangan. Jangan baru ada masalah, baru turun,” sebutnya.

Politisi Partai Aceh ini juga mengaku akan menyurati dan menghubungi langsung pihak Pertamina Aceh dan Disperindag untuk mempertanyakan masalah kelangkaan gas 3 kg yang dilaporkan warga. “Nanti kita akan surati dan bila perlu kita dorong secara kelembagaan untuk memanggil Pertamina dan Disperindag,” demikian Iskandar Al-Farlaky.

Dilansir sebelumnya, gas bersubsidi 3 kg mulai langka di kawasan pedalaman Aceh Timur (Atim), seperti Kecamatan Ranto Peureulak dan Banda Alam dalam beberapa pekan terakhir ini. Harga isi ulang yang seharusnya Rp 16 ribu, naik menjadi Rp 30 ribu sampai Rp 35 kg per tabung,

Kondisi itu ditemukan di Gampong Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, seperti yang diungkapkan oleh Zakaria, harga isi ulang gas tabung 3 kg naik, sehingga sebagian warga tidak mampu membeli, selain langka.

Dia menyebutkan kelangkaan dan mahalnya gas ini sudah berlangsung sekitar sebulan. Dikatakan, stok gas 3 kg di pangkalan Kecamatan Ranto Peureulak juga kosong dan warga harus memasak menggunakan kayu bakar. “Kami berharap, instansi terkait segera menambah pangkalan gas di Seumanah Jaya, karena jauh dari pusat kota kecamatan,” ujarnya.

Gas 3 kg mahal juga terjadi di Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur. “Sudah dua kali kami beli gas isi ulang 3 kg Rp 30 ribu per tabung. Meski begitu, warga tetap berebut membeli, karena seminggu terakhir gas juga langka,” jelas seorang ibu rumah tangga, warga Gampong Panton Rayeuk A.(c49)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved