Kejari Akan Periksa Para Pengulu Kute

Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Tenggara (Agara) akan memeriksa para penghulu kute (keuchik) dan para camat

Kejari Akan Periksa Para Pengulu Kute
SERAMBINEWS.COM/ASNAWI LUWI
Warga Desa Lawe Sumur Baru, Kecamatan Lawe Sumur, Agara, demo Kantor Bupati Agara, Jumat (28/9). Mereka berdemo diduga akibat adanya indikasi penyelewengan dana desa tahun 2016 yang belum ada kejelasan dari pihak internal, akhirnya berbuntut terjadinya demo di Kantor Bupati Agara. Kedatangan demontran disambut oleh Wabup Bupati, Bukhari, Asisten I Setdakab, Ali Surahman, dan pihak Inspektorat. SERAMBINEWS.COM/ASNAWI LUWI 

* Termasuk Para Camat di Agara
* Terkait Proyek Pengadaan Monografi Desa

KUTACANE - Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Tenggara (Agara) akan memeriksa para penghulu kute (keuchik) dan para camat, untuk dimintai keterangannya terkait proyek pengadaan monografi (profil) desa dan buku tahun 2016 dan 2017 senilai Rp 7 miliar lebih.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh Tenggara, Fithrah SH, mengatakan, pihaknya telah meningkatkan status proyek tersebut dari pengumpulan data ke tahap prapenyidikan. “Kita akan memanggil untuk meminta keterangan dari para penghulu kute dan camat,” katanya kepada Serambi, Jumat (9/11).

Monografi desa adalah himpunan data yang dilaksanakan oleh pemerintah desa yang tersusun secara sistematis, lengkap, akurat, dan terpadu dalam penyelenggaraan pemerintahan. Monografi desa memuat antara lain: data umum, data personil, data kewenangan, data keuangan, dan data kelembagaan.

Tahun 2016 anggaran yang dialokasikan untuk pengadaan monografi desa mencapai Rp 4.741.935.000 dan buku Rp 2.358.259.000. Sedangkan tahun 2017, anggaran yang dialokasikan untuk monografi desa mencapai Rp 1.887.104.000. Anggaran tersebut berasal dari APBN.

Dengan anggaran sebesar itu, rata-rata setiap kecamatan mendapatkan alokasi anggaran monografi desa berkisar mulai dari Rp 120 jutaan hingga Rp 800 jutaan, dengan jatah per desa berkisar Rp 15 juta. (Lihat Data Anggaran Per Kecamatan)

Untuk menyelidiki kasus ini, Fithrah mengatakan, pihaknya telah membentuk tiga tim, dimana masing-masing tim terdiri dari tiga orang. “Pengadaan monografi desa dan buku ini sepertinya terorganisir dan kita akan tuntaskan kasus ini,” tegas Fithrah.

Kejari mulai melirik kasus ini sejak dua bulan lalu, dengan mengumpulkan data-data pengadaan monografi desa dari beberapa kecamatan di bumi Sepakat Segenap. “Apabila data-data tersebut sudah terkumpul seluruhnya, kita akan melihat terlebih dahulu apakah perkara tersebut dapat dilakukan untuk penyelidikan atau tidak,” kata Fithrah, Jumat 10 Agustus 2018.

Kasus ini sebelumnya dilaporkan LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Agara ke Kejari melaporkan Kejari menerima laporan dari, karena menduga ada yang tidak beres dalam pelaksanaannya, seperti fiktif dan mark-up.

Ketua LIRA Agara, M Saleh Selian, berharap Kejari bisa menuntaskan kasus ini. Ia menduga, kejahatan dalam proyek pengadaaan monografi desa dan buku dilakukan secara terorganisir.(as)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved