Rekor Aceh United Tumbang

Semen Padang FC menjadi tim pertama yang sukses mematahkan rekor kandang Aceh United FC di kompetisi Liga 2 Indonesia

Rekor Aceh United Tumbang
SERAMBI/FERIZAL HASAN
PEMAIN tuan rumah Aceh United berebut bola dengan pemain Semen Padang dalam pertandingan pekan ke empat babak delapan besar kompetisi Liga 2 Indonesia musim 2018, di Stadion Cot Gapu, Bireuen, petang kemarin. 

BIREUEN - Semen Padang FC menjadi tim pertama yang sukses mematahkan rekor kandang Aceh United FC di kompetisi Liga 2 Indonesia musim ini. Kemarin, di Stadion Cot Gapu, Bireuen, tuan rumah menyerah 2-3.

Seperti diketahui, selama mengarungi kompetisi kasta kedua musim ini, klub HM Zaini ST tak pernah menelan kekalahan di kandang. Baik itu di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh atau di Cot Gapu. Namun, rekor cemerlang itu harus diakhiri oleh punggawa Kabau Sirah–julukan Semen Padang–.

Kecuali itu, kekalahan tersebut membuat mereka bertahan sebagai juru kunci grup A dengan poin 2. Sedangkan Semen Padang merangkak ke posisi kedua dengan poin 7. Kalteng Putra di urutan pertama dengan nilai 7, dan PSMP Mojokerto di posisi tiga dengan poin 6.

Aceh United menyisakan dua laga yaitu akan bertandang ke Kalteng Putra dan terakhir akan menjamu PSMP Mojokerto di Stadion Cot Gapu. Dari dua sisa pertandingan tersebut, sulit bagi Yoga Eka Hera Fermansyah dkk untuk menang. Pasalnya, kedua lawannya tersebut mengejar peluang ke semifinal.

Dalam pertandingan yang dipimpin wasit Rorim Situmerang dari Medan, pada babak pertama tuan rumah kebobolan 3-0. Gol pembuka tim tamu Semen Padang dicetak Novrianto menit 21. Gol tersebut berawal dari tendangan pojok dari kiri gawang Aceh United. Novrianto berhasil memanfaatkan kemelut di depan gawang Rahmanuddin.

Setelah itu, giliran Mandacinci yang menjebolkan gawang tuan rumah yang dikawal Rahmanuddin menit 32. Gol tersebut terjadi berawal dari lemparan ke dalam dari rusuk kanan gawang Rahmanuddin. Pemain Semen Padang dengan leluasa menggiring bola ke area pertahanan AUFC. Sehingga, Manda Cingi dengan mudah menendang bola ke gawang Rahmanuddin.

Skor 2-0 tidak bertahan lama. Pasalnya, empat menit kemudian, giliran kapten Semen Padang, Irsyad Maulana yang menggandakan kemenangan timnya menjadi 3-0 menit 36. Gol tersebut lahir juga dari kemelut di depan gawang Aceh United. Rahmanuddin gagal memblok bola dan terjadi gol yang bertahan hingga turun minum.

Pada babak kedua, Aceh United mencoba bangkit untuk mengejar ketinggalannya. Gufron dkk terus berusaha menerobos pertahanan Semen Padang. Akhirnya, peluang emas diperoleh tuan rumah menit 50. Angga Yudha ditekel keras dalam kotak 12 pas sehingga wasit menunjuk titik putih. Revaldy sukses mengeksekusi bola penalti dan merubah skor 1-3.

Tuan rumah kembali mendapat penalti pada menit 78. Gol tersebut berawal dari hands-ball pemain Semen Padang, Novrianto dalam kotak penalti. Skor berubah 2-3 untuk Semen Padang bertahan hingga wasit melengkingkan peluit panjang.

Pelatih Aceh United FC, Bonggo Pribadi usai pertandingan tidak berkomentar banyak. Hasil tersebut sudah maksimal dengan kondisi tim yang ada. Banyak pemain cedera dan ada yang dipaksakkan main meskipun cedera. “Alhamdulillah kita sudah tertinggal 0-3 dan bisa mencetak dua gol pada babak kedua. Kami mohon maaf kepada masyarakat Bireuen, inilah hasil maksimal yang dapat kami berikan hari ini,” kata Bonggo.

Sementara Pelatih Semen Padang, Syafianto Rusli bersyukur bisa memetik kemenangan penting di laga tandang. “Kami sangat berterima kasih kepada seluruh pemain, karena pemain cukup tenang. Intinya bersyukur, sangat puas dan terima kepada masyarakat Bireuen,” ujarnya.(c38)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved