Saksi Ahli Akan Diperiksa

Guna mengungkapkan kasus penangkapan pasangan suami istri (pasutri) bersama 1 ton minyak olahan

Saksi Ahli Akan Diperiksa
IAN RIZKIAN MILYARDIN, Kapolres Aceh Utara

* Pasutri Ditangkap Bersama 1 Ton Minyak Olahan

LHOKSUKON – Guna mengungkapkan kasus penangkapan pasangan suami istri (pasutri) bersama 1 ton minyak olahan, polisi dalam waktu dekat ini akan memeriksa saksi ahli. Saksi itu berasal dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) di Jakarta.

Kecuali itu, penyidik Reskrim Polres Aceh Utara juga akan mengirim sampel dua jeriken dari 1 ton hasil penangkapan, ke Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri Cabang Medan, Sumatera Utara, guna memastikan jenis minyak tersebut.

Kapolres Aceh Utara, AKBP Ian Rizkian Milyardin melalui Kasat Reskrim, Iptu Rezki Kholiddiansyah kepada Serambi, Sabtu (10/11) kemarin menyebutkan, untuk proses tindaklanjut kasus itu penyidik dalam waktu dekat akan memeriksa saksi ahli dari BPH Migas Jakarta. “Tapi, untuk tempat akan kita tentukan kemudian. Apakah nanti kita ke Jakarta atau saksi ahli tersebut hadir ke tempat kita,” ujar Kasat Reskrim.

Disebutkannya, tujuan pemeriksaan saksi ahli guna menentukan jenis 1 ton minyak olahan tersebut. Karena, barang bukti belum bisa dipastikan jenisnya bisa jadi minyak oplosan atau masih dalam tahap olahan. Selain itu juga untuk memastikan apakah standar minyak tangkapan tersebut, apakah sudah bisa digunakan masyarakat.

“Untuk memastikan hal tersebut kita akan mengirim sampel dua jeriken minyak ke Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri Cabang Medan,” jelas Kasat Reskrim.

Pada kesempatan itu, Iptu Rezki menginformasikan, bahwa pihaknya sudah memeriksa saksi, dan tersangka. Karenanya, bila sudah diperiksa saksi ahli dan telah ada hasil dari Puslabfor, kasus ini akan segera dirampungkan. “Kedua tersangka kemarin sudah dijemput tim Polres Aceh Tamiang. Dari hasil informasi yang kami peroleh, tersangka juga terlibat dalam kasus narkoba,” demikian Kasat Reskrim.

Sebagaimana diberitakan Serambi edisi Sabtu (10/11), pasutri berinisial ZN (32) warga Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara, dan istrinya, LD (37) warga Aceh Tamiang ditangkap polisi bersama satu ton minyak tanah olahan.

Penangkapan keduanya terjadi saat razia Operasi Zebra di kawasan Simpang Landing, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, pada Rabu (6/11) siang. Minyak tersebut diangkut dengan menggunakan mobil Avanza warna hitam, dan rencananya akan dijual ke Banda Aceh.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved