Tgk Muharuddin, Sabar Demi Istikharah Cinta

“Aduh, ternyata bagi saya, lebih sulit jadi musisi daripada politisi. Saya harus mempersiapkan mental

Tgk Muharuddin, Sabar Demi Istikharah Cinta
IST
Tgk Muharuddin 

“Aduh, ternyata bagi saya, lebih sulit jadi musisi daripada politisi. Saya harus mempersiapkan mental, fisik, hafalan, kesabaran. Saya diselimuti rasa impossible gitu. Saya gak pernah asah melantunkan shalawat, gak pernah pakai musik, waduh rasanya susah banget. Nah, saat itu saya merasa bukan siapa-siapa. Tapi, dengan semangat dan kesabaran, proses kerja tiga bulan, selesai, dan ternyata menyenangkan juga rupanya,” ungkap Tgk Muharuddin SSosI, dengan rona cerah sekali, bagai menyiratkan kepuasan batin, dengan pengertian bahwa begitulah pesona ranah kesenian, selain kerasnya rimba politik.

Tahukah Anda kenapa sampai Pak Muharuddin (yang tak asing lagi bagi rakyat Aceh ini), sampai mencurah rasa seperti itu kepada Serambi? Tak lain karena dia baru saja punya pengalaman unik dalam satu “hajatan” karya seni yang digarap menjadi sebuah album shalawat. “Ah, saya hanya sebagai penyemangat dan meramaikan saja kok buk,” kata lelaki berkumis berjangut ini merendah.

Yang jelas dengan suara semi-altonya, Muharuddin menyalawat melalui Istikharah Cinta, (diproduseri Dedex KTB-D2X Management), sepenuh-penuh talenta yang dia punya, walau pengalaman entertainment itu sempat membuatnya berkeringat dalam pendingin ruangan, bergadang sampai Subuh merampungkan rekaman.

Kepada Serambi, Jumat (9/11) ia mengaku bahwa dunia nyanyi dan rekaman memang membutuhkan kesabaran dan daya ingat yang baik.

Muhar pun berujar bahwa Istikharah Cinta sengaja digarap sebagai salah satu media syiar, untuk mengimbangi segala perkembangan, termasuk sinetron masa kini. “Kita harus punya kepekaan kan? Termasuk para orang tua. Dengan harapan bahwa Aceh ke depan akan lebih baik sesuai dengan patron pembangunannya. Itu sisi lain dari YouTube juga perlu kita waspadai kan?”

Nah, mari kita “jelajahi” Istikharah Cinta. Menurut dedex KTB, D2X Management, baru pertama kali meluncurkan album berdimensi islami yang dikemas ala kekinian. Ia tentu berharap agar album ini mampu bersaing atau bersanding dengan lagu-lagu lain yang sukses di Tanah Rencong tercinta.

“Untuk itu D2X Management memiliki beberapa penyanyi religi yang semuanya putra-putri Aceh. Insyaallah dalam waktu dekat dalam bulan November 2018 ini beredar di pasaran,” jelas Dedex.

Uniknya, album perdana ini juga dirampungkan dengan Rasya Production, tanpa menghilangkan label D2X Management. Juga melibatkan pelaku musik lainnya, seperti 41 Studio Bireuen, Y_Studio Band Aceh, dan Discover Studio Banda Aceh. Proses syutingnya juga “gotong royong” dengan Artaframe, Nizar 41, dan DS Entertainment.

Tapi jangan salah, Istikharah Cinta tak saja menggandeng Muharuddin loh. Ada “pendekar” lain. Dialah Tgk Muda Fajar Maulidi yang juga penulis liriknya (arrasemen DtwoX Project).

Pria sawo matang kelahiran Babah Krueng, 3 Oktober 1994 ini, sebenarnya lulusan S1 IAI Alziziyah, Samalanga sih. Tapi silakan buktikan kepiawaianya menulis lirik. Pengalaman religinya sangat memungkinkan untuk kerativitas itu. Bukankah latar pendidikannya serba ukhrawi? Si Juara III Lomba Azan Antar-Dayah se-Aceh tahun 2009 ini, domisilinya saja di dayah. Kloplah sudah.

Kalau Tgk Muharuddin berkeringat dalam AC, nah Tgk Muda bolak balik Samalanga-Banda Aceh. Sosok hensem ini berharap juga agar album ini menjadi pengingat bagi kita, bahwa shalawat itu penting bagi napas kehidupan ini.

Lalu Istikharah Cinta juga menampilkan dua rupawan lagi. Cut Zuhra, artis yang sempat naik daun di blantika musik dangdut Indonesia. Juga qariah kita, Lailissa’adah, pemilik wajah tirus nan sendu yang terbiasa dengan cengkok religinya ketika mengaji.

Ah, cari sajalah suara mereka, diatara nomor nafas Islam; Assalamualika, Istikharah Cinta, Ahmad ya Habibi, Ayon Aneuk, Alfasallallah, Deen Salam, Asmaul Husna, Poma, Laukana Bainanal Habib, dan Shalawat Badar.

Di akhir bincang, Serambi kembali ke Tgk Muharuddin. “Kalau begitu Teungku, apakah Anda persiapkan prestasi ini untuk mengimbangi kondisi Anda terakhir di DPRA?” “Oh tidak. Tidak. Saya tidak tahu ini sebelumnya. Tapi yang jelas kami menggarap album ini sudah tiga bulan lalu. Jadi tidak ada hubungannya dengan kekinian saya di DPRA,” terang Teungku Muhar, bagai mematahkan perkiraan-perkiraan sumir di sekitar.

Lah, bagi kita itu menjadi tak penting bukan? Produsernya bilang, semua ini hanya eksperimen awal. So, Kita pun berharap bahwa tujuan akhir Istikharah Cinta adalah agar anak Aceh terinspirasi dan suka menarasikan shalawat dalam kehidupannya. Ya tidak?(nani hs)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved