Bayi 20 Bulan di Subulussalam Meninggal Akibat HIV/AIDS, Direktur RSUD: Ini Masalah Besar

Bayi berusia 20 bulan dan meninggal dunia akibat penyakit HIV/AIDS di Subulussalam.

Bayi 20 Bulan di Subulussalam Meninggal Akibat HIV/AIDS, Direktur RSUD: Ini Masalah Besar
India.com
HIV/AIDS 

Alasannya, untuk mengantisipasi penularan akibat ketidakmengertian warga.

Baca: Isu HIV/AIDS Mewabah di Subulussalam Geger di Dunia Maya, Netizen Minta Titip Materi Ceramah ke UAS

Baca: Kisah Para Penderita HIV, Ada yang Ditinggal Keluarga, Diusir Hingga Vakum dari Karier

Diakui penularan HIV/AIDS tidak mudah kecuali dengan beberapa hal seperti transfusi darah, lewat jarum suntik, pisau cukur dan air susu serta cairan seperti akibat berhubungan intim.

Tapi, lanjut dr Sarifin bisa pula dari hal lain sehingga sebenarnya tidak semua penderita merupakan pelaku tapi ada pula korban.

Dia menjelaskan penularan HIV/AIDS tidak terjadi hanya lewat piring, sendok, salaman dan pelukan.

"Kalau tidak ada pertukaran cairan atau darah dan lainnya tidak masalah, makanya kalau sekadar salaman, cerita atau makan dalam piring yang sama aman," ungkap Sarifin.

Hanya saja, lanjut dr Sarifin, perlu sosialisasi terhadap tukang pangkas dan salon dalam menggunakan pisau cukur.

Dikatakan, pisau cukur yang berulang dikuatirkan dapat menjadi sarana penularan HIV/AIDS lantaran penggunannya yang berbeda.

Baca: Viral! Alat Facial Bisa Tularkan Virus HIV, Bagaimana Faktanya? Ini Penjelasan Ahli

Untuk itu, para tukang pangkas diimbau untuk menggunakan pisau cukur satu untuk setiap orang. Selain itu, sebelum digunakan gagangnya sebaiknya dibersihkan dengan alkohol.

Hal lain yakni menyangkut narkoba melalui jarum suntik.

Dalam hal ini dr Sarifin tidak berkomentar panjang lebar lantaran masalah narkoba maupun jumlah pemakai datanya ada pada kepolisian.

Intinya, ujar Sarifin, penderita HIV/AIDS tidak perlu dikucilkan sebab selain bukan semuanya pelaku kejahatan tapi banyak hanya korban juga penularannya tak semudah penyakit TB Paru. (*)

Penulis: Khalidin
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved