Tafakur

Pahlawan Besar

Seorang sahabat bertanya kepada Nabi SAW: “wahai Rasulullah, siapa yang paling berhak aku perlakukan

Pahlawan Besar

Oleh Jarjani Usman

Seorang sahabat bertanya kepada Nabi SAW: “wahai Rasulullah, siapa yang paling berhak aku perlakukan dengan baik?” Nabi menjawab: “Ibumu.” “Lalu siapa lagi?” Nabi menjawab: “Ibumu.” “Lalu siapa lagi?” Nabi menjawab: “Ibumu.” “Lalu siapa lagi?” Nabi menjawab: “ayahmu, lalu yang lebih dekat setelahnya dan setelahnya” (HR. Al Bukhari).

Walaupun banyak yang telah berjuang mati-matian untuk kebaikan umat, tak semua orang disebut sebagai pahlawan. Yang sering dikenal hanya satu dua pemimpinnya ketika melawan penjajah negeri. Sedangkan yang lain, yang jumlahnya tidak sedikit, tidak dikenal atau tidak disebutkan. Sebenarnya, banyak sekali pahlawan yang perlu diingat jasa-jasanya, termasuk orang tua kita sendiri yang telah mengorbankan apa saja demi kita anak-anaknya.

Orang tua kita telah berjuang tanpa pamrih. Terutama ibu yang telah berjuang antara hidup dan mati untuk melahirkan. Darah dan nyawanya dipertaruhkan demi anak-anaknya. Tidak sedikit yang harus kehilangan nyawa saat melahirkan. Ada ibu yang belum pulih dari sakit melahirkan, harus berjuang keras untuk mencari nafkah di lumpur berbau. Namun demikian, membesarkan dan mendidik anak-anaknya tetap diutamakan.

Sayangnya, jasa ibu sebagai pahlawan besar sering diabaikan oleh sebahagian anak. Harapan ibu diabaikan. Nama-nama yang baik yang diberikan ibu agar anak-anaknya kelak menjadi orang baik, malah ada yang menjadi pencuri, perampok, koruptor, pembunuh, penjual sabu-sabu, dan sebagainya. Dan ada yang menjadi peruntuh agama Islam karena tidak melaksanakan shalat.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved