Sambil Menghapus Air Mata, Ibu Nuril: Pak Presiden, Saya Minta Keadilan, Saya Cuma Korban

Nuril mengaku sedikit lega karena banyak pihak segera merespons apa yang dialaminya. Sejumlah lembaga turut mendampingi Nuril.

Sambil Menghapus Air Mata, Ibu Nuril: Pak Presiden, Saya Minta Keadilan, Saya Cuma Korban
KOMPAS.com/FITRI
Baiq Nuril Maknun menghapus air matanya saat ditemui di rumahnya di perumahan BTN Harapan Permai, Labuapi, Lombok Barat, Senin (12/11/2018). Nuril kecewa atas keputusan MA yang mengabulkan kasasi Kejaksaan Tinggi NTB, atas kasus pelanggaran UU ITE. (KOMPAS.com/FITRI) 

Tim Pengacara Nuril seperti Joko Jumadi dari Laboratorium Fakultas Hukum Universitas Mataram (Unram) kemudian berusaha menenangkan dirinya.

Padahal sebelumnya di persidangan, semua saksi ahli mengatakan jika tuduhan atas dirinya mentransfer, mendistribusikan atau menyebarkan rekaman percakapan asusila, sama sekali tidak terbukti.

Semua saksi juga mengatakan kalau Nuril tidak bersalah sama sekali.

Pendampingan

Nuril mengaku sedikit lega karena banyak pihak segera merespons apa yang dialaminya.

Sejumlah lembaga turut mendampingi Nuril.

Antara lain Payuguban Korban UU ITE (PAKU), jaringan relawan penggerak kebebasan berekspresi online dan hak digital se-Asia Tenggara atau SAFEnet, Komnas Perempuan, Jaringan Pradilan Bersih (JEPRED), dan kelompok NGO se-NTB yang tergabung dalam Save Nuril.

Semua pihak yang mendukungnya tersebut membuat Nuril merasa kuat melawan ketidakadilan yang dirasakannya.

Seperti diketahui, kasus Nuril bermula dari gangguan Kepala Sekolah tempatnya bekerja sebagai honorer TU di SMA 7 Mataram.

Dia merekam cerita perselingkuhan kepala sekolah dengan bendaharanya menggunakan telepon gengam.

Halaman
123
Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved