Sambil Menghapus Air Mata, Ibu Nuril: Pak Presiden, Saya Minta Keadilan, Saya Cuma Korban

Nuril mengaku sedikit lega karena banyak pihak segera merespons apa yang dialaminya. Sejumlah lembaga turut mendampingi Nuril.

Sambil Menghapus Air Mata, Ibu Nuril: Pak Presiden, Saya Minta Keadilan, Saya Cuma Korban
KOMPAS.com/FITRI
Baiq Nuril Maknun menghapus air matanya saat ditemui di rumahnya di perumahan BTN Harapan Permai, Labuapi, Lombok Barat, Senin (12/11/2018). Nuril kecewa atas keputusan MA yang mengabulkan kasasi Kejaksaan Tinggi NTB, atas kasus pelanggaran UU ITE. (KOMPAS.com/FITRI) 

Salah satu temannya menyalin percakapan tersebut dan kemudian menyebarkannya ke publik.

Hal itu membuat sang kepala sekolah geram dan memberhentikannya sebagai tenaga honorer, serta melaporkannya ke polisi terkait UU ITE pada 2016 silam.

“Ibu Nuril adalah satu dari sekian banyak perempuan di Indonesia yang tidak mendapatkan keadilan ketika menjadi korban pelecehan seksual, akan tetapi justru dikriminalisasi menggunakan UU ITE," ungkap Rudi wakil Koordinator PAKU di Mataram (NTB).

"Hal ini sangat mengkhawatirkan mengingat seharusnya negara memberikan perlindungan terhadap korban apalagi Indonesia menjadi salah satu negara yang sudah meratifikasi CEDAW (Konvensi mengenai Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan),” lanjutnya.(*)

Baca: Jenazah yang Sedang Dimandikan Tiba-tiba Bangun, Semua Terkejut

Baca: 8 Momen Mesra Daus Mini dan Calon Istri Ketiganya Shelvie Hana Wijaya, Segera Menikah

Baca: Kuala Tari Pidie Dipastikan Mengandung Migas, 2 Perusahaan Akan Lakukan Pengeboran, Ini Kata Abusyik

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Baiq Nuril: Pak Presiden, Saya Minta Keadilan, Saya Cuma Korban..."

Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved