Pembacok Pacar Divonis 14 Tahun 6 Bulan Penjara

Aulia (20), terdakwa perkara pembacokan terhadap pacarnya berinisial FM (18) pada 28 Mei 2018, divonis 14 tahun 6 bulan

Pembacok Pacar Divonis 14 Tahun 6 Bulan Penjara
SERAMBI/FERIZAL HASAN
Aulia (20), terdakwa yang terjerat kasus pembacokan pacarnya sendiri berinisial FM (18), 28 Mei 2018 lalu, mengukuti sidang pembacaan putusan, di Pengadilan Negeri (PN) Bireuen, Senin (12/11). Terdakwa divonis 14 tahun 6 bulan penjara. 

* Terdakwa dan Jaksa Pikir-pikir

BIREUEN - Aulia (20), terdakwa perkara pembacokan terhadap pacarnya berinisial FM (18) pada 28 Mei 2018, divonis 14 tahun 6 bulan penjara oleh majelis hakim pada sidang pamungkas di Pengadilan Negeri (PN) Bireuen, Senin (12/11).

Putusan tersebut dibacakan Ketua Majelis Hakim Muchtar SH, didampingi hakim anggota Mukhtaruddin SH dan Rahma Noviantiana SH dalam sidang pembacaan vonis terhadap terdakwa.

Dalam sidang sebelumnya, Aulia, pedagang ayam asal Desa Pante Gajah, Kecamatan Peusangan, Bireuen itu yang didakwa sengaja membacok muka pacarnya, FM (18), dituntut Jaksa Abrari Rizki Falka SH 15 tahun penjara.

Amatan Serambi, terdakwa hadir ke ruang sidang mengenakan baju tahanan warna orange nomor 03, kain sarung hitam, peci hitam les putih, dan baju koko putih. Dengan tangan terborgol, ia didampingi petugas Kejari dan dikawal anggota Polres Bireuen, masuk ke ruang sidang sekitar pukul 11.30 WIB.

Setiba di ruang sidang, majelis hakim mempersilakan terdakwa duduk di kursi pesakitan. Ibu terdakwa bersama beberapa anggota keluarganya juga ikut masuk ke ruang sidang yang dibuka untuk umum.

Terdakwa juga ikut didampingi tiga pengacaranya, M Husen SH, Aspiani SH, dan Firmansyah SH.

Kemudian, majelis hakim membuka sidang dan membacakan putusan atas tuntutan jaksa terhadap terdakwa. Majelis hakim mengatakan, terdakwa Aulia terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain.

“Terdakwa diancam pidana dengan Pasal 340 ayat (1) juncto Pasal 53 KUHPidana sebagaimana dalam surat dakwaan. Hasil musyawarah majelis hakim, dari 15 tahun yang dituntut jaksa, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 14 tahun 6 bulan, dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan,” kata Ketua Majelis Hakim, Muchtar SH.

Hakim ketua kemudian bertanya kepada terdakwa apakah ia menerima hasil putusan tersebut. Terdakwa langsung berembuk dengan tiga pengacaranya dan menyatakan pikir-pikir.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved